1.743 Pendonor Capai 50 Kali dan 605 Pendonor 75 Kali Donor Darah, Terima Penghargaan di Semarang

Apresiasi untuk Konsistensi Pendonor

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Sebanyak 2.348 pendonor darah sukarela di Jawa Tengah menerima penghargaan atas konsistensi mereka membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Penghargaan itu diberikan dalam acara Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa, 29 September 2026.

Rinciannya, 1.743 pendonor telah 50 kali mendonorkan darah dan 605 pendonor lainnya telah mencapai 75 kali donor.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, donor darah bukan sekadar aksi sosial. Menurutnya, donor darah juga merupakan amal yang manfaatnya langsung dirasakan orang lain, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah.

“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Ahmad Luthfi.

Luthfi menilai konsistensi para pendonor darah sukarela menunjukkan kuatnya nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Darah yang mereka sumbangkan tidak hanya membantu pasien, tetapi juga memberi harapan bagi keluarga yang tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan transfusi.

Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh dan menular kepada masyarakat lainnya. Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang telah puluhan kali menyumbangkan darahnya secara konsisten.

Dalam acara itu, Luthfi menerima masukan dari seorang pendonor asal Purworejo. Pendonor tersebut mengaku telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali sejak 1980. Namun, tidak seluruh riwayat donornya tercatat dalam sistem pendataan.

Persoalan itu menjadi perhatian Luthfi. Ia meminta pendataan pendonor darah sukarela diperbaiki dan diverifikasi agar rekam jejak para pendonor tidak hilang dan tidak ada yang terlewat dalam pemberian apresiasi.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” tegasnya.

Bagi Luthfi, persoalan ini bukan sekadar urusan administrasi. Pendataan yang akurat merupakan bentuk penghormatan terhadap pengabdian para pendonor yang selama puluhan tahun membantu menyelamatkan nyawa sesama. Langkah itu juga menjadi penguatan pengelolaan donor darah di Jawa Tengah.

Ia menilai donor darah adalah wujud nyata kepedulian kemanusiaan yang dilakukan tanpa memandang siapa penerimanya.

“Apa yang Anda berikan merupakan bentuk pengabdian. Bapak-Ibu melakukan itu tanpa pernah bertanya untuk siapa dan kepada siapa darah itu akan diberikan. Betul?” kata Luthfi, yang sontak dijawab serempak, “betul”.

Hingga Juni 2026, produksi seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 ribu kantong darah per bulan. Pada periode tersebut, ketersediaan darah dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Darah yang disumbangkan para pendonor kemudian dikelola melalui UDD PMI untuk memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi.

Di balik angka ribuan pendonor tersebut, ada pesan bahwa darah yang diberikan hari ini bisa menjadi kesempatan hidup bagi orang lain. (*)

Komentar