BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Di tengah kesulitan hidupnya, Pak Kasijan (75) menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Pria yang lahir pada 31 Desember 1949 ini tinggal di sebuah gubuk sederhana berukuran 3×4 meter di lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo. Setelah lebih dari dua pertiga hidupnya sebatang kara, ia hanya bergantung pada hasil penjualan sapu lidi seharga Rp. 8.000 per buah yang dirakitnya sendiri. Dengan berjalan kaki, ia menawarkan dagangannya kepada tetangga.

Beruntung, kader dari kelompok Swadaya Masyarakat Kelurahan Giripurwo datang untuk membantu. Melalui pengkajian partisipatif dan edukasi, mereka mendorong Pak Kasijan untuk memperoleh akses sanitasi yang layak lewat program CSR dari Djarum Foundation. Dalam waktu singkat, sarana sanitasi dibangun di luar rumahnya.
Namun, tantangan baru muncul—bagaimana menggunakan sanitasi tersebut di malam hari dan saat hujan. Memiliki solusi, Pak Samino, seorang pensiunan ASN dan Ketua RT setempat, berkomitmen membuatkan rumah jamban untuk Pak Kasijan.

Dengan kepedulian dari berbagai pihak, Pak Kasijan kini bisa bernafas lega. Dia akhirnya mendapatkan akses sanitasi yang layak, menandai babak baru dalam hidupnya, yang tidak hanya membawa perubahan fisik namun juga menghadirkan harapan di tengah kehidupannya yang sulit.
sumber /data KSM GO NYAWIJI GIRIPURWO
Catur Setiyanto






