Konsolidasi Dapil 2 Perindo Wonosobo, Target 1.000 Anggota dan Penguatan Struktur Partai

BeritaWonogiri.com [WONOSOBO] – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Wonosobo terus memperkuat mesin organisasi menjelang tahapan pemilu mendatang. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan konsolidasi internal pengurus DPD, DPC, dan DPRt Perindo Kabupaten Wonosobo Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Watumalang, Leksono, dan Sukoharjo.

Kegiatan yang berlangsung di GOR Bangon, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Minggu (7/6/2026), dihadiri Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah Drs. Joko Purnomo, Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Wonosobo Bayu Adjie Nugraha, Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Wonosobo Saiful Haris, S.S., M.Pd., serta jajaran pengurus DPD, DPC, dan DPRt dari wilayah Dapil 2.

Suasana konsolidasi berlangsung penuh semangat. Acara diawali dengan yel-yel khas kader, yakni “Perindo Wonosobo Maju” yang disambut seruan “Perindo Wonosobo, Energi Baru Indonesia”. Semangat tersebut menjadi simbol komitmen kader dalam memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.

Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Wonosobo, Bayu Adjie Nugraha, dalam arahannya menyampaikan bahwa Dapil 2 memiliki cakupan 47 desa dan kelurahan yang menjadi fokus penguatan organisasi. Menurutnya, keberhasilan partai menghadapi tahapan pemilu sangat bergantung pada soliditas kader dan kemampuan memperluas partisipasi politik masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta sebagai bentuk semangat dan komitmen bersama. Seluruh kader diharapkan mampu meningkatkan jangkauan serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam politik melalui keanggotaan Partai Perindo,” ujarnya.

Bayu menegaskan, target pembentukan dan pemenuhan 1.000 anggota Partai Perindo Kabupaten Wonosobo merupakan syarat penting yang harus dipenuhi dalam menghadapi tahapan pemilu. Karena itu, seluruh elemen partai diminta bekerja secara terstruktur dan bergotong royong.

Menurutnya, Dapil 2 diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menyukseskan agenda organisasi maupun tahapan pemilu di Kabupaten Wonosobo.

“Target ini tidak bisa dicapai secara individu. Dibutuhkan kerja bersama, komunikasi yang baik, dan konsolidasi berkelanjutan agar seluruh struktur partai bergerak dalam satu arah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Drs. Joko Purnomo, mengukuhkan Rescue Partai Perindo Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu elemen strategis partai dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.

Rescue Perindo Kabupaten Wonosobo dipimpin oleh Tohir sebagai ketua. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam kegiatan kebencanaan, aksi kemanusiaan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Joko Purnomo menegaskan bahwa perjuangan membesarkan Partai Perindo bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun dengan kekompakan dan kerja kolektif seluruh kader, partai diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Jawa Tengah.

Sebagai upaya membangun optimisme kader, DPW Partai Perindo Jawa Tengah juga segera meluncurkan kampanye semangat melalui tagar #PerindoJatengBangkit.

“Perindo Jawa Tengah harus menjadi besar sebagai kekuatan politik. Bukan hanya sekadar menjadi peserta pemilu, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kerja politik dan sosial yang berkelanjutan,” tegas Joko.

Selain penguatan struktur organisasi, forum konsolidasi juga menyoroti pentingnya optimalisasi jejaring media sosial partai sebagai sarana komunikasi politik yang efektif di era digital. Pengurus dan kader didorong untuk aktif menyebarluaskan program, kegiatan, serta gagasan partai kepada masyarakat secara positif dan edukatif.

Menurut Joko Purnomo, era politik modern menuntut kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Karena itu, media sosial harus dimanfaatkan sebagai alat memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar mengedepankan semangat gotong royong dan persatuan dalam membangun organisasi. Budaya saling menjatuhkan dinilai tidak lagi relevan dan justru dapat menghambat pertumbuhan partai.

“Bukan lagi eranya saling menjatuhkan. Yang dibutuhkan adalah kekompakan, saling mengisi, dan memperkaya kekuatan partai. Pengurus dan kader harus bergerak bersama dalam satu tujuan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa struktur partai merupakan organik utama yang menjadi fondasi gerakan politik Perindo. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan dari tingkat kabupaten hingga desa harus menjadi prioritas dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Konsolidasi internal Dapil 2 ini menjadi langkah penting bagi Partai Perindo Kabupaten Wonosobo dalam memperkuat basis organisasi, memperluas keanggotaan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi tahapan pemilu. Dengan target 1.000 anggota, pengukuhan Rescue Perindo, serta semangat baru melalui kampanye #PerindoJatengBangkit, Perindo Wonosobo optimistis mampu memperbesar peran politik dan sosialnya di tengah masyarakat sekaligus menjadikan Dapil 2 sebagai model penguatan organisasi partai di Kabupaten Wonosobo. (TW)

Komentar