Fantastis! Nilai Kurban LDII Wonogiri 2026 Capai Rp13,2 Miliar

64 Titik Sholat Idul Adha Disiapkan

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Kesadaran masyarakat dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di Kabupaten Wonogiri terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari capaian Kurban LDII Wonogiri yang sukses menembus angka Rp13,2 miliar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri mencatat peningkatan signifikan dalam akumulasi nilai hewan kurban tahun 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya solidaritas sosial masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi peternakan lokal.

Ketua DPD LDII Wonogiri, H Sutoyo, menyampaikan laporan sementara yang dihimpun hingga Rabu, 27 Mei 2026, menunjukkan antusiasme warga tetap tinggi meski kondisi ekonomi nasional mengalami dinamika.

“Total nilai kurban warga LDII Wonogiri tercatat mengalami kenaikan yang semakin impresif, yakni sebesar 7,50 persen dibandingkan capaian tahun 2025,” demikian keterangan resmi DPD LDII Wonogiri.

Panitia kurban LDII Wonogiri mencatat ribuan hewan kurban telah disiapkan dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) LDII tingkat kecamatan. Pertumbuhan paling signifikan berasal dari penambahan kambing jawa yang terus mengalir dari berbagai wilayah.

Berdasarkan data infografis terbaru, rincian sementara hewan kurban meliputi:

  • Sapi sebanyak 520 ekor dengan nilai Rp10.991.154.000
  • Kambing jawa sebanyak 1.119 ekor dengan nilai Rp2.059.068.000
  • Domba atau kambing gibas sebanyak 90 ekor dengan nilai Rp153.950.000

Total keseluruhan sementara mencapai Rp13.204.172.000.

Panitia menegaskan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena posko pelaporan di Sekretariat LDII Wonogiri tetap dibuka selama 24 jam menjelang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Peningkatan capaian Kurban LDII Wonogiri tahun ini dinilai bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan penguatan budaya gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.

Pengurus daerah menyebut meningkatnya partisipasi warga juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi umat, khususnya sektor peternakan dan distribusi pangan menjelang Idul Adha.

Selain itu, tren kenaikan pembelian hewan kurban menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat di sektor keagamaan dan sosial masih terjaga dengan baik.

Jenis sapi masih mendominasi nilai akumulasi kurban karena memiliki harga dan bobot ekonomi tertinggi. Namun, kambing jawa menjadi hewan dengan pertumbuhan jumlah paling pesat.

Panitia menyebut tingginya kontribusi kambing jawa dipengaruhi harga yang lebih terjangkau serta tingginya partisipasi keluarga dan kelompok kecil dalam berkurban.

Selain fokus pada distribusi hewan kurban, DPD LDII Wonogiri juga mematangkan persiapan ibadah Idul Adha dengan menetapkan 64 titik lokasi sholat Idul Adha yang tersebar di seluruh Kabupaten Wonogiri.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah jangkauan jamaah sekaligus menghindari penumpukan massa di satu lokasi.

Pengurus daerah memastikan seluruh rangkaian ibadah akan mengedepankan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan jamaah.

Panitia juga menyiapkan sistem manajemen penyembelihan hewan kurban yang higienis agar distribusi daging kepada masyarakat berjalan tertib dan tepat sasaran.

Dengan capaian sementara yang telah melampaui Rp13 miliar, LDII Wonogiri optimistis semangat berbagi dan kepedulian sosial masyarakat masih akan terus meningkat hingga Hari Raya Idul Adha tiba. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *