BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri resmi menggelar agenda pemaparan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tahun 2026 di Aula Mapolres Wonogiri pada Rabu, 8 Juli 2026. Langkah menggandeng unsur akademisi ini bertujuan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan Polres Wonogiri secara transparan, akuntabel, dan objektif. Lewat pengujian ilmiah ini, jajaran kepolisian berkomitmen menjadikan data sebagai instrumen evaluasi makro demi mewujudkan transformasi pelayanan prima.
Berdasarkan analisis komprehensif dari tim survei independen yang dipimpin oleh Dosen Hukum Tata Negara sekaligus Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.A.P., CPM, Polres Wonogiri menorehkan capaian positif. Institusi ini berhasil meraih skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 80,040. Merujuk pada interval konversi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), perolehan tersebut menempatkan pelayanan Polres Wonogiri pada kategori Mutu B dengan Kinerja Unit Pelayanan yang “Baik”.
Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Wonogiri, serta para Kapolsek se-Polres Wonogiri. Kehadiran seluruh elemen komando ini menegaskan kesiapan kepolisian lokal untuk mengimplementasikan hasil evaluasi di tingkat wilayah operasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Ruslina Dwi Wahyuni menguraikan rincian data metodologis yang menyusun skor makro tersebut. Ia menjelaskan bahwa angka 80,040 merupakan representasi nyata dari persepsi masyarakat terhadap kemudahan akses, kejelasan prosedur SOP, transparansi biaya, hingga kompetensi pelaksana di lapangan. Menurutnya, evaluasi berkala yang melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan sangat esensial untuk memastikan hukum dan pelayanan publik tetap adaptif serta humanis.
Merespons paparan objektif tersebut, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengapresiasi masukan tim akademisi dan menegaskan bahwa data kepuasan masyarakat bukanlah sekadar angka di atas kertas. Pihaknya akan mengonversikan hasil indeks ini menjadi pijakan utama dalam melahirkan kebijakan publik yang tepat sasaran serta melakukan perbaikan struktural yang berkelanjutan. Pihaknya enggan cepat berpuas diri karena umpan balik ini membantu mendeteksi aspek penegakan hukum dan efisiensi birokrasi yang masih memerlukan optimalisasi.
Lebih mendalam, AKBP Wahyu Sulistyo menggarisbawahi adanya korelasi kuat antara kualitas pelayanan publik dengan efektivitas stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, sistem pelayanan publik yang responsif merupakan pilar utama guna membangun kepercayaan publik (public trust). Fondasi data ilmiah ini krusial untuk membantu mendeteksi potensi gangguan sosial sejak dini, memperkuat manajemen pemetaan berkas perkara, serta mengoptimalkan strategi penegakan hukum demi memberikan perlindungan terbaik bagi segenap warga Kabupaten Wonogiri.
Forum pemaparan laporan akhir ini berlangsung secara interaktif dan konstruktif melalui diskusi lintas sektoral demi penyempurnaan fasilitas operasional ke depan. Kehadiran utuh jajaran PJU hingga Kapolsek jajaran mencerminkan keselarasan visi untuk mengimplementasikan budaya pelayanan yang bersih, berintegritas, dan antikorupsi hingga tingkat akar rumput (grassroots).
Acara ditutup dengan penyerahan dokumen laporan akhir survei secara simbolis dari Dr. Ruslina Dwi Wahyuni kepada Kapolres Wonogiri. Momentum ini mempertegas langkah kokoh Polres Wonogiri dalam akselerasi Pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). (Nadhiroh)








Komentar