Semarak HUT ke-81 RI di Wonogiri: Warga Singodutan Unjuk Kreativitas Hias Dusun

Kolaborasi Penilaian Independen dan Kreasi Barang Bekas

BeritaWonogiri.com [SELOGIRI] – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa sangat meriah di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Pemerintah Desa Singodutan sukses menggelar lomba hias dusun yang diikuti oleh delapan dusun untuk mempererat kebersamaan dan memacu kreativitas warga setempat.

Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri yang berlangsung pada Rabu–Kamis (12–13/8/2026), Dusun Sanggrahan keluar sebagai Juara I. Posisi kedua diraih Dusun Krisak Kulon yang sekaligus memborong gelar Juara Favorit, sedangkan Juara III disabet Dusun Karang Tengah.

Sementara itu, Dusun Singodutan harus puas menempati posisi Juara Harapan I dan Dusun Giri Asri meraih Juara Harapan II. Penyerahan trofi serta hadiah kepada para pemenang secara resmi dilaksanakan di Singodutan Sport Center pada Jumat (15/8/2026).

Lomba yang mengusung semangat gotong royong ini menghadirkan tim penilai independen dari latar belakang jurnalis dan akademisi, yaitu jurnalis Suara Merdeka, Khalid Yogi Putranto, S.Sos., serta Kepala LPPM STAIMAS Wonogiri, Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom.

Selama proses penilaian, para warga dari berbagai elemen—mulai dari pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak—tampak kompak menghias lingkungan pemukiman mereka. Menariknya, hiasan tak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga memanfaatkan pengolahan barang bekas menjadi karya seni bernilai guna serta dokumentasi video kreatif.

Kepala Desa Singodutan, Karsanto, S.E., mengapresiasi tinggi antusiasme seluruh warga yang terlibat aktif sejak persiapan hingga pelaksanaan penyerahan hadiah.

Karsanto menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar mencari pemenang perlombaan semata. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang nyata bagi pemerintah desa untuk menggali potensi seni, kreativitas, dan kekompakan masyarakat di wilayahnya.

“Dengan adanya lomba ini, kami berharap semakin menumbuhkan guyub rukun antarwarga. Sehingga tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di masyarakat,” ujar Karsanto.

Ia menambahkan bahwa proses merancang hingga memasang dekorasi kemerdekaan menjadi momentum penting untuk merekatkan persatuan warga. Keberhasilan acara ini diukur dari kuatnya budaya gotong royong yang terus hidup dan mempercantik lingkungan desa dalam menyambut perayaan kemerdekaan Indonesia. (*)

Komentar