Beritawonogiri.com [GIRITONTRO] – Inovasi digital terus dilakukan di Kecamatan Giritontro demi memberikan kemudahan dan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial. Melalui sosialisasi yang dipimpin Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma, warga kini diperkenalkan aplikasi resmi Cek Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (20/10/2025). Aplikasi ini hadir sebagai solusi praktis untuk cek status kepesertaan, pengajuan usulan, dan verifikasi langsung dari gawai pribadi warga.
Pada apel pagi yang dihadiri unsur pendamping sosial, staf kecamatan, lurah, hingga perangkat desa, Sangga menghimbau setiap peserta menyosialisasikan aplikasi ini secara masif ke masyarakat. Menurutnya, aplikasi Cek Bansos tidak hanya mendorong partisipasi aktif, tetapi juga memberi akses mandiri bagi warga untuk mengetahui status penerima bansos di lingkungan mereka.
Aplikasi Cek Bansos menawarkan serangkaian fitur utama—cek status penerima dengan mudah hanya memasukkan wilayah dan nama sesuai KTP, fitur “Usul” untuk mengajukan nama baru calon penerima bansos, hingga fitur “Sanggah” jika menemukan penerima yang dinilai tidak layak. Inovasi ini membuat warga menjadi pengawas aktif, memastikan data selalu akurat dan tepat sasaran.
Partisipasi masyarakat, baik melalui usulan maupun sanggahan yang langsung diverifikasi petugas Dinsos setempat, diharapkan mencegah bantuan salah sasaran dan mempercepat perbaikan data di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk yang belum punya akun, proses registrasi di aplikasi mudah—cukup memasukkan data KTP dan email, lalu verifikasi selfie dan KTP. Semua data dijamin aman dan tidak dibagikan ke pihak ketiga.
Aplikasi ini juga menjadi wadah utama untuk cek berbagai jenis bansos, seperti PKH, BPNT/Sembako, PBI Kesehatan, bantuan permakanan, hingga yatim piatu. Cukup buka aplikasi atau situs cekbansos.kemensos.go.id, isi wilayah, nama, dan kode verifikasi, lalu klik “Cari Data”—status penerima bantuan akan muncul secara detail.
Camat Giritontro menegaskan, pendamping sosial di kecamatan siap menjadi rujukan warga untuk konsultasi tata cara penggunaan fitur usul dan sanggah pada aplikasi. Dengan begitu, harapan program bansos semakin tepat sasaran dan bisa disalurkan kepada warga yang paling membutuhkan.
Program ini diharapkan menjadi model pelayanan publik yang efektif, adaptif, dan transformatif sesuai kebutuhan zaman. Kolaborasi pemerintah, pendamping sosial, dan masyarakat menjadi kunci utama agar data, proses, dan distribusi bansos berjalan optimal dan amanah.(*)






