BeritaWonogiri.com (SEMARANG) – Namanya juga wisata religi, tentu bukan tempat untuk tamasya atau menikmati pemandangan alam yang indah menawan. Tetapi mencari ketenangan batin dan mendekatkan diri pada Dzat Pencipta.
Itu juga yang menjadi tujuan wisatawan datang ke tempat wisata spiritual ‘Nyatnyono’ di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Meski wisata religi, tempat ini juga berhawa sejuk, pemandangan sekitar cukup indah dan tenang.
Tak heran jika dikunjungi banyak wisatawan, bukan hanya lokal dan dalam negeri. Nyatnyono kabarnya juga kerap didatangi peziarah dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Dikutip situs visit jateng, jatengprov.go.id, di kawasan obyek wisata ini terdapat Makam Waliyullah Syeh Hasan Munadi dan putranya, Syeh Hasan Dipuro.
Kedua makam tersebut kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, termasuk luar kota, luar provinsi, bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Sesuai namanya, Wisata Nyatnyono berada di Desa Nyatnyono, lereng Gunung Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Sosok Syeh Hasan Munadi
Waliyullah Syeh Hasan Munadi, konon merupakan tokoh penyebar agama Islam yang datang dari Kerajaan Mataram sekitar abad ke-15 (sekitar tahun 1400 M).
Beliau diyakini hidup satu generasi dengan Raden Patah dan Sunan Kalijaga pada masa Kesultanan Demak Bintoro. Syeh Hasan Munadi konon menghabiskan sisa hidupnya di kaki Gunung Ungaran.
Makam beliau dan putranya masih dirawat baik oleh masyarakat setempat. Kedua makam berada dalam sebuah bangunan cungkup berbahan kayu jati berusia ratusan tahun, menjadikannya peninggalan bersejarah yang sangat bernilai.
Masjid Berarsitektur Majapahit
Tak jauh dari makam, terdapat Masjid Subulussalam yang didirikan Syeh Hasan Munadi sebagai bagian dari syiar Islam. Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi sejak 1985, masjid ini masih mempertahankan rangka material asli berupa empat pilar saka guru dan mimbar kayu dengan ukiran khas Majapahit.
Tiang-tiang saka tersebut dulunya berasal dari bahan pembangunan Masjid Agung Demak. Sebagai bentuk simbolik, salah satu saka yang hendak digunakan di Masjid Agung Demak dikirim ke Ungaran untuk pembangunan masjid ini.
Sendang Kalimat Tayyibah
Dekat area makam, terdapat Sendang Nyatnyono, dikenal sebagai Sendang Kalimat Tayyibah. Sendang ini ditemukan pada tahun 1985 dan dipercaya memiliki air yang membawa keberkahan serta karomah.
Banyak pengunjung datang bersuci atau mandi di tempat khusus menggunakan aliran air dari pipa, terutama bagi yang mengenakan sarung.
Akses Lokasi dan Fasilitas
Untuk mencapai makam, pengunjung dapat berjalan kaki melewati jalur perbukitan yang asri. Jika membawa kendaraan, tersedia area parkir cukup luas dan dapat menampung sepeda motor maupun mobil. Tempat ini ramai dikunjungi, terutama pada malam Jumat dan malam selikuran (Tanggal 21) Bulan Ramadan.
Wisata Religi Penuh Makna
Makam Waliyullah Syeh Hasan Munadi bukan sekedar tempat ziarah, namun juga simbol jejak sejarah Islam di tanah Jawa. Dengan pemandangan alam memukau, nilai spiritual yang kuat, serta situs bersejarah seperti masjid dan sendang, tempat ini sangat cocok dijadikan tujuan wisata religi yang memberikan ketenangan jiwa dan inspirasi keimanan. (Irfandy*)






