Penanganan Banjir Demak-Semarang: Gubernur Kumpulkan Stakeholder

Gubernur Ahmad Luthfi koordinasikan penanganan banjir lintas sektor, panggil Bupati Demak, Wali Kota Semarang, dan Dirjen SDA.

Beritawonogiri..com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah cepat dalam percepatan penanganan banjir yang melanda Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Sesuai jadwal, Rabu (29/10/2025), Gubernur memanggil langsung Bupati Demak dan Wali Kota Semarang, serta mengundang Kementerian PUPR dan Dirjen Sumber Daya Air, guna membahas solusi tuntas banjir.

Langkah strategis tersebut diambil sebagai bentuk koordinasi lintas sektoral antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang tahun ini menjadi ancaman utama. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir belum surut total, diperparah dengan debit air sungai yang membuat genangan di permukiman dan jalan tak kunjung mengalir optimal.

Ahmad Luthfi bersama Wagub Taj Yasin meninjau kolam retensi dan pengerukan sedimentasi sungai wilayah Semarang. (Foto: Zulkarnain)

“Percepatan penanganan banjir menjadi urgen karena genangan sudah terjadi lebih dari tujuh hari, meski titik genangan perlahan berkurang,” terang Ahmad Luthfi yang mengutamakan keselamatan warga dan memastikan seluruh lintas perangkat turun ke lapangan sejak hari pertama bencana.

Pertemuan digelar di Kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang, dengan agenda utama evaluasi kondisi terkini, pembahasan solusi jangka pendek, menengah, hingga panjang. Prioritas tidak sekadar pada penanganan immediate, tapi juga antisipasi bencana ke depan dan pembangunan infrastruktur tahan banjir.

Dari hari pertama banjir, Ahmad Luthfi langsung memerintahkan BPBD Jateng turun ke zona terdampak, memastikan penyelamatan korban menjadi prioritas, berikut ketersediaan logistik untuk seluruh pengungsi dan warga terdampak. Dinas Pusdataru lintas bidang pun sigap melakukan penyedotan genangan air di pemukiman dan ruas jalan utama.

Selain itu, Dinas Bina Marga, Dishub, serta petugas teknik diterjunkan menata infrastruktur dengan pembuatan sodetan Kali Sayung—sebagai langkah pengaliran air dan mencegah meluasnya banjir. Tim Dinas Kesehatan juga proaktif dalam pemeriksaan kesehatan agar wabah pasca bencana dapat diminimalkan.

Gubernur tidak hanya mengendalikan kebijakan dari balik meja. Ia bersama Wagub Taj Yasin turun langsung ke lokasi banjir, meninjau kolam retensi, mengawasi pemasangan pompa tambahan, serta meminta BBWS mempercepat pengerukan sedimentasi sungai—mengingat wewenang sungai ada di Pemerintah Pusat.

Kolaborasi multipihak dinilai kunci sukses menekan dampak bencana banjir tahun ini. Ahmad Luthfi mengharapkan sinergi dan komitmen bersama agar solusi komprehensif dapat segera dieksekusi dan warga Jateng bisa kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.(*)

Komentar