Posyandu Remaja Jatisrono: Benteng Melawan Narkoba dan Medsos Berbahaya, Remaja Wonogiri Semakin Siaga

Program Kesehatan yang Menyasar Generasi Muda untuk Hidup Lebih Sehat dan Bijak

Beritawonogiri.com [JATISRONO] – Posyandu kini tak lagi hanya untuk balita dan lansia. Di Indonesia, setidaknya ada tiga jenis Posyandu yang berfungsi terpadu: Posyandu Balita untuk tumbuh kembang anak usia dini, Posyandu Lansia untuk perawatan kesehatan orang tua, serta Posyandu Remaja yang fokus pada pembinaan kaum muda. Di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Posyandu Remaja menjadi wadah strategis untuk mencegah kenakalan remaja.

Posyandu Balita menyediakan layanan seperti imunisasi dan pemantauan gizi, sementara Posyandu Lansia menangani pemeriksaan rutin seperti tekanan darah. Khusus Posyandu Remaja di Tanjungsari, program ini dirancang untuk memberikan pembinaan holistik. Materi utamanya mencakup pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan seks bebas, penggunaan media sosial yang bijak, serta norma perilaku positif.

Kelompok remaja diskusi PKHS (Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat) di Posyandu Jatisrono; kolaborasi rutin untuk masa depan Wonogiri lebih cerah. (Foto: pendim 0728/wng)

Pada Senin (13/10/2025), Batuud Koramil 14/Jatisrono, Pelda Ariyanto, menyampaikan komitmen program ini di Kelurahan Tanjungsari. “Posyandu Remaja ini akan menjadi wadah pemeliharaan kesehatan serta tempat pemberian informasi kesehatan maupun informasi lainnya kepada remaja secara rutin setiap bulannya,” ujarnya saat ditemui di ruang serbaguna kelurahan. Pernyataan itu disampaikan di hadapan kader posyandu dan perwakilan remaja setempat.

Pelda Ariyanto menekankan manfaat partisipasi aktif. Dengan mengikuti kegiatan Posyandu Remaja, para remaja diajak melakukan aktivitas positif yang bermanfaat. Selain itu, derajat kesehatan mereka ditingkatkan melalui pemeriksaan sederhana seperti cek tensi darah, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga konsultasi kesehatan gratis. Langkah ini diharapkan mencegah masalah kesehatan dini di kalangan usia produktif.

“Posyandu Remaja memiliki tujuan meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi posyandu remaja itu sendiri, meningkatkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja tentang kesehatan reproduksi,” pungkas Pelda Ariyanto pada kesempatan yang sama. Kutipan ini disampaikan di akhir sesi sosialisasi, yang diikuti sekitar 50 remaja dari berbagai RW di Tanjungsari.

Program ini sejalan dengan upaya Dinas Kesehatan Wonogiri yang menargetkan integrasi layanan primer di 2.154 Posyandu pada 2025, termasuk penekanan pada pencegahan stunting dan kenakalan remaja. Di Jatisrono, Posyandu Remaja juga melibatkan penyuluhan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) serta HIV, sebagaimana dilaporkan Puskesmas Jatisrono II. Kegiatan rutin bulanan ini memastikan remaja tidak hanya sehat fisik, tapi juga mental dan sosial.

Komunitas setempat menyambut baik inisiatif ini. Remaja yang terlibat merasa lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan digital, seperti cyberbullying di medsos. Pemerintah daerah, melalui Koramil dan Puskesmas, berkomitmen melanjutkan program ini untuk mendukung SDGs nomor 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan. Di Wonogiri, Posyandu Remaja Tanjungsari menjadi contoh sukses kolaborasi militer dan masyarakat dalam membangun generasi tangguh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *