BeritaWonogiri.com [JAKARTA] – Wakil Menteri ATR/Waka BPN Ossy Dermawan memerintahkan percepatan penyelesaian berkas layanan pertanahan di seluruh Indonesia menjelang akhir kuartal I 2026. Instruksi strategis ini disampaikan dalam rapat daring lanjutan pembahasan Penerimaan Diterima di Muka (PDDM) dan progres berkas, Jumat (13/3/2026).
Konteks dan Target Waktu Percepatan
Langkah tegas tersebut merupakan tindak lanjut Rapat Pimpinan Selasa (10/3/2026) yang membahas PDDM dan status terkini berkas layanan. “Sejak Oktober 2025 kita berupaya menuntaskan target berkas, dan ini bukti keseriusan kita,” ujar Ossy. Ia menekankan backlog sisa harus turun signifikan jelang akhir Maret 2026 agar target nasional tercapai.
Fokus pada Tiga Layanan Utama Prioritas
Data Pusdatin menunjukkan 70% layanan pertanahan nasional terkonsentrasi pada layanan inti Kementerian ATR/BPN. Ossy mengidentifikasi tiga prioritas utama: pengukuran dan pemetaan kadastral, pemecahan bidang tanah, serta pendaftaran tanah pertama kali. “Kalau kita fokuskan pada 3 besar layanan ini, harapannya backlog bisa turun signifikan,” jelasnya. Layanan tambahan seperti permohonan SHM, peralihan hak, dan HGB badan hukum juga masuk dalam pemantauan ketat.
Sinkronisasi Data GeoKKP dan Lapangan
Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan menambahkan pentingnya konsistensi data antara database GeoKKP dan kondisi fisik lapangan. “Jika di GeoKKP sudah diserahkan tapi fisik masih di tangan kita, layanan itu belum clear,” tegasnya. Ia meminta 100 Kantor Pertanahan fokus memastikan kesesuaian data tersebut demi akurasi penyelesaian berkas layanan pertanahan.
Rapat daring ini juga menghadirkan Dirjen SPPR Virgo Eresta Jaya, Dirjen PHPT Asnaedi, dan Irjen ATR/BPN Pudji Prasetijanto Hadi yang memberikan arahan strategis. Kolaborasi lintas direktorat ini diharapkan mengakselerasi penyelesaian berkas layanan pertanahan sesuai target nasional, meningkatkan kepercayaan publik, dan menutup kuartal I 2026 dengan capaian nyata. (Av)







Komentar