Remaja Putri, Kenali Anemia Dapat Berdampak Pada Kesehatan, Yuk Disiplin Diri

BeritaWonogiri.com [WURYANTORO] – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri mengadakan Sosialisasi UU Perkawinan, Bahaya Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini Serta Pembagian Tablet Tambah Darah dan Juga Upaya Pencegahan Stunting, akhir pekan kemarin di Pendopo Kelurahan Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.

Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Sutrisno menyampaikan pernikahan dini memiliki dampak pada kesehatan reproduksi, pendidikan dan juga ekonomi.

“Pernikahan dini dapat menjadikan organ reproduksi kurang siap dan kurangnya edukasi gizi pada ibu hamil sehingga bisa memiliki risiko besar terkena stunting,” ucap Sutrisno.

Baca juga: LPPM Staimas Wonogiri Review Renstra Dan Roadmap PPM

Ketua Karang Taruna Mojopuro Wetan, Abi menanyakan cara pencegahan stunting pada remaja khususnya remaja putri. “Apa persiapan untuk remaja agar generasinya tidak terkena stunting, terutama remaja putri?” kata Abi.

Sutrisno menuturkan penting bagi remaja untuk mengetahui tentang pencegahan pernikahan dini. Selain itu, sejak remaja penting untuk menyiapkan berbagai hal untuk mencegah stunting, khususnya untuk remaja putri ialah mengatur pola hidup sehat, makan-makanan bergizi, memeriksa kesehatan.

Cara lain ialah konsumsi tablet tambah darah setiap hari saat haid dan sekali dalam sepekan saat tidak haid karena perempuan volume darah berkurang banyak.

Sedangkan Annisa selaku moderator menyampaikan mahasiswa KPM Staimas kelompok 1 membagikan tablet tambah darah, cek berat badan dan tensi gratis.

“Kami membagikan tablet tambah darah untuk dikonsumsi terutama bagi remaja putri, saat haid diminum setiap hari, saat tidak haid diminum seminggu. Hal ini sekaligus agar tidak terjangkit anemia, karena anemia dapat berdampak pada kesehatan,” ucap Annisa. (Nadhiroh/*)

Komentar