BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di lingkungan Perumahan Megatama Indah, Pokoh Kidul, Wonogiri, berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
Kegiatan yang dikemas dalam Pengajian Safari Maulid Nabi tersebut digelar di Masjid Ali Sammah Al Harby, Perumahan Megatama Indah Pokoh Kidul, Kamis malam, 10 September 2026.
Safari Maulid Nabi diselenggarakan Ranting NU Pokoh Kidul bersama warga RW 14, takmir masjid, serta jamaah Masjid Ali Sammah Al Harby. Kegiatan menghadirkan K. Ahmad Hadziq, Pengasuh Ponpes Tarbiyatun Nasyi’in Ngadirojo, Wonogiri, sebagai penceramah.
Pengajian juga dimeriahkan penampilan Hadroh Ikhlas Hati Pokoh Kidul.
Dalam tausiyahnya, K. Ahmad Hadziq mengajak jamaah memahami kembali makna hidayah dan berbagai nikmat Allah SWT yang sering kali luput dari perhatian manusia.
Menurutnya, hidayah merupakan petunjuk Allah yang dimasukkan ke dalam hati. Kesempurnaan hidayah ditandai dengan adanya taufiq, yakni kemampuan untuk memperoleh dan mengambil manfaat dari petunjuk tersebut.
“Banyak nikmat Allah yang sering kita lupakan untuk disyukuri. Bahkan nikmat bernapas dan nikmat kentut pun merupakan bagian dari kesempurnaan tubuh yang Allah berikan kepada manusia,” tuturnya dalam tausiyah.
Ia juga mengajak jamaah merenungkan kesempurnaan penciptaan tubuh manusia. Salah satunya hidung yang dilengkapi rambut untuk membantu menyaring kotoran sebelum masuk ke saluran pernapasan.
Hal-hal sederhana tersebut, menurutnya, semestinya semakin menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Maulid Bukan Sekadar Seremonial
K. Ahmad Hadziq menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat digunakan untuk semakin mengenal Rasulullah SAW, ajaran Islam, Allah SWT, serta pentingnya menjalankan ibadah, termasuk salat.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai keistimewaan hari Senin. Hari tersebut merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, hari wafat beliau, sekaligus hari ketika wahyu pertama diturunkan kepada Rasulullah SAW.
Karena itu, puasa pada hari Senin menjadi salah satu amalan yang disunahkan.
“Puasa Senin-Kamis juga memiliki keutamaan. Pada kedua hari tersebut amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Mengingat Sejarah Kehidupan Rasulullah
Pembahasan dalam pengajian kemudian berlanjut pada sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW lahir dalam keadaan yatim dan kemudian disusui oleh Halimah Sa’diyah.
Pada usia enam tahun, ibunda beliau, Aminah, wafat. Nabi Muhammad SAW kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, hingga usia delapan tahun.
Setelah sang kakek wafat, beliau kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah RA. Dari kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW, beliau dikaruniai tujuh anak, yakni Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, Abdullah, dan Ibrahim.
K. Ahmad Hadziq juga mengingatkan jamaah mengenai kedudukan Rasulullah SAW dan harapan umat Islam terhadap syafaat beliau di akhirat.
Ia mengajak umat untuk memperbanyak kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengikuti ajaran dan keteladanan beliau.
Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah
Pesan penting yang ditekankan dalam pengajian tersebut adalah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup diwujudkan melalui peringatan Maulid setiap tahun.
Lebih dari itu, Rasulullah SAW harus ditempatkan sebagai uswatun hasanah, atau teladan yang baik, dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan Rasulullah SAW tersebut ditegaskan dalam QS Al-Ahzab ayat 21. Al-Qur’an juga menyebut keteladanan Nabi Ibrahim dan orang-orang beriman dalam QS Al-Mumtahanah ayat 4 dan 6.
“Peringatan Maulid Nabi jangan berhenti pada acara dan pengajian. Yang lebih penting adalah bagaimana Nabi Muhammad SAW benar-benar kita jadikan teladan dalam kehidupan,” pesan K. Ahmad Hadziq.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya tercermin dalam akhlak, ibadah, hubungan sosial, serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, Maulid Nabi tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas kehidupan umat.
Perkuat Kerukunan Warga
Ketua RW 14 Perumahan Megatama Indah, Dwi Darmanto, mengapresiasi antusiasme dan dukungan warga dalam menyukseskan Safari Maulid Nabi tersebut.
Dwi berharap kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya memberikan penguatan spiritual bagi warga, tetapi juga semakin mempererat hubungan sosial di lingkungan Perumahan Megatama Indah.
“Semoga kebersamaan dalam kegiatan seperti ini semakin meningkatkan kerukunan dan kebersamaan warga,” harap Dwi.
Sementara itu, Takmir Masjid Ali Sammah Al Harby, Sugiyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah memberikan dukungan dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Maulid Nabi merupakan hasil dari kebersamaan dan gotong royong warga.
“Terima kasih atas support seluruh warga yang telah bersama-sama mempersiapkan berbagai hal demi suksesnya peringatan Maulid Nabi ini,” ujarnya.
Safari Maulid Nabi di Pokoh Kidul tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.
Maulid tidak berhenti pada mengenang kelahiran Nabi, tetapi menjadi ajakan untuk menghadirkan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (Nadhiroh)







Komentar