Teknologi Baru RSUD dr. SMS Wonogiri, Tiga Bed Bermotor Dukung Efisiensi Pelayanan Pasien

Inovasi bed bermotor karya IPSRS RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri hadir sebagai solusi cerdas memudahkan mobilisasi pasien di gedung tanpa lift.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri kembali menghadirkan terobosan baru di bidang pelayanan kesehatan. Melalui Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), kini rumah sakit tersebut memiliki tiga bed bermotor yang dirancang khusus untuk membantu perawat memobilisasi pasien tanpa perlu mengandalkan lift.

Inovasi ini secara resmi diperkenalkan pada Selasa (14/10/2025) di kantor IPSRS RSUD dr. SMS. Penggunaan perdana dilakukan di Bangsal Aster 2 dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Ide Berawal dari Keluhan Lapangan

Kepala IPSRS RSUD dr. SMS WonogiriBudi Utomo, mengungkapkan ide tersebut lahir ketika mendengar kesulitan para perawat yang harus mendorong pasien naik turun antarlantai. Meskipun bangunan menggunakan ramp (tanjakan) alih-alih tangga, kemiringan jalur membuat tugas ini menjadi berat.

“Teman-teman perawat cukup kewalahan saat mengantarkan pasien, terutama ke Aster 2. Saat pasien harus ke laboratorium, radiologi, atau ruang operasi, mereka harus mendorong di tanjakan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Modifikasi Alat Berbasis Sepeda Listrik

Untuk menjawab persoalan itu, tim IPSRS berinisiatif memodifikasi bed pasien konvensional dengan sistem penggerak sepeda listrik. Proses modifikasi dilakukan bersama konsultan teknik mekanik Bengkel Area 52 Wonogiri.

“Atas arahan Pak Direktur, akhirnya kita buat versi modifikasi. Brankar kita cangkok dengan motor listrik yang bisa dikontrol langsung oleh perawat,” ujar Budi.

Sistem Kerja Sederhana tapi Efektif

Sistem penggerak bed bermotor ini dilengkapi rem tangan dan gas elektrik yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Kecepatan maksimalnya dibatasi hingga 5 km per jam, setara dengan langkah kaki manusia.

“Kita tidak cari kecepatan, tapi tenaga bantu dorongnya. Dengan tambahan motor listrik, beban perawat saat menanjak jadi jauh lebih ringan,” imbuh Budi.

Hasil Nyata dan Efisiensi Kinerja

Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso WonogiriAdhi Dharma, menyampaikan bahwa tiga unit bed bermotor tersebut kini telah berfungsi optimal. Dua unit difokuskan untuk Bangsal Aster 2 dan satu unit untuk IGD.

“Per hari ini, ketiganya resmi beroperasi dan sudah kita uji coba langsung. Hasilnya sangat membantu pekerjaan perawat,” kata Adhi.

Dorong Budaya Inovasi di Lingkungan RS

Menurut Adhi, inovasi dari IPSRS ini menjadi bukti komitmen RSUD Wonogiri dalam mengembangkan kreativitas internal untuk peningkatan kualitas pelayanan. Ia menegaskan manajemen akan terus mendorong serta memfasilitasi ide-ide baru dari seluruh civitas hospitalia.

“Kita mendukung penuh inovasi yang memberi manfaat nyata. Harapannya, tenaga medis bisa lebih fokus pada pelayanan pasien tanpa terkendala teknis lapangan,” tegasnya.

Inspirasi Transformasi Pelayanan Publik

Terobosan bed bermotor RSUD dr. SMS Wonogiri ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan dinilai sebagai contoh nyata penerapan teknologi sederhana dengan dampak signifikan. Ke depan, RSUD berencana mengembangkan model serupa di bangsal lain, sekaligus menjadikannya bagian dari sistem inovasi layanan kesehatan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *