Beritawonogiri.com [JAKARTA] – Sebuah surat undangan rapat dengan kop resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendadak viral di media sosial. Surat tersebut, bernomor 402/SU/PR.01.03/08/2025, ditujukan untuk rapat persiapan pernikahan anak Kepala BNPB, Suharyanto. Aksi ini memicu kritik publik yang menilai penggunaan atribut negara untuk urusan pribadi sebagai tindakan yang tidak etis dan tidak semestinya.
Melalui akun X @MurtadhaOne1, seorang warganet mengunggah foto surat tersebut dengan narasi menohok: “LAGI! PEJABAT PAKE KOP SURAT DINAS UNTUK URUSAN KELUARGA.” Unggahan ini pun dengan cepat menyebar, menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet yang mempertanyakan etika pejabat publik.
Menanggapi polemik yang beredar, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, tidak membantah keaslian surat tersebut. Ia menjelaskan bahwa surat itu memang digunakan untuk mengundang panitia yang terdiri dari unsur internal BNPB, sebagian angkatan TNI, dan kepolisian. Menurutnya, rapat tersebut digelar di luar jam kerja untuk membantu wedding organizer (WO) yang ditunjuk oleh keluarga Kepala BNPB.
“Kami menyadari penggunaan kop surat BNPB dalam undangan itu menjadi sorotan publik. Kami menerima koreksi tersebut dan akan menjadikannya bahan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” kata Rustian. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak BNPB mengakui adanya kekeliruan dalam prosedur penggunaan surat dinas.
Kasus ini menambah panjang daftar polemik pejabat publik yang dinilai menyalahgunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Sebelumnya, beberapa kasus serupa juga pernah terjadi dan menuai kecaman publik. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pejabat untuk memisahkan urusan pribadi dan dinas secara tegas.
Meskipun rapat diadakan di luar jam kerja, penggunaan surat berkop resmi tetap dinilai tidak patut karena dapat mengaburkan batas antara urusan negara dan urusan keluarga. Publik berharap agar ke depan, lembaga pemerintah dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menggunakan fasilitas negara.(*)







Komentar