BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) — Suasana haru menyelimuti acara perpisahan dan pelepasan siswa/siswi kelas IX SMP Negeri 1 Manyaran, di halaman sekolah, Rabu, 4 Juni 2025.
Sedikitnya 187 siswa kelas ix, hari itu akan meninggalkan sekolahan yang mereka cintai untuk kembali kepada orang tua/wali masing-masing dan melanjutkan jenjang sekolah lebih tinggi di SMA atau SMK.
Momen haru dan menyentuh terjadi saat perwakilan siswa kelas IX, Rusida Nazwa, menyampaikan pesan perpisahan penuh makna. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan betapa besar arti sekolah, guru, dan orang tua dalam perjalanan hidup mereka.
“Kami belajar banyak di sini. Tidak hanya menghitung dan menulis, tapi juga menjadi manusia. Terima kasih atas setiap teguran yang menguatkan hati. Terimakasih atas doa yang diam-diam dipanjatkan, dan terimakasih atas cinta yang tulus meski tak terucap. Kami akan terus mengenang tempat ini sebagai bagian dari hati kami,” kata Rusida.
Kalimat-kalimat yang keluar dari siswi inipun menciptakan suasana sedih di kalangan hadirin hingga ada yang meneteskan airmata.
Prosesi pelepasan siswa/siswi dihadiri para guru dan kepala sekolah, Forkompincam Manyaran, Komite Sekolah, para orangtua, serta tamu undangan lainnya.
Usai sambutan Kepala Sekolah, acara pelepasan diikuti kegiatan wisuda dan panggung hiburan pentas kesenian dari para siswa/siswi.
Tak ketinggalan, 10 siswa/siswi berprestasi mendapatkan piagam sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan ketekunan mereka dalam belajar di SMPN 1 Manyaran.
Penilaian siswa terbaik ini didasarkan pada rata-rata nilai rapor dari kelas 7 semester 1 hingga kelas 9 semester gasal, ditambah nilai sumatif akhir satuan pendidikan baik praktik maupun tertulis.
“Ini momen luar biasa, penuh haru dan bangga. Anak-anakku semuanya, dari 187 siswa Alhamdulillah lulus semua. Ini bukan perjalanan yang mudah—penuh suka duka, rintangan, dan pembelajaran berharga,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Manyaran, Harjoko dalam ambutannya.
Ia pun mengungkapkan kebanggaannya terhadap kelulusan 100% siswa/siswinya pada tahun 2025 ini. Disamping menyampaikan ucapan terimakasih, Harjoko juga meminta maaf jika pembinaannya terhadap para siswa kurang optimal.
“Kami percaya kalian bisa meraih masa depan lebih baik. Jangan lelah untuk terus belajar dan meraih mimpi. Bapak dan ibu guru mohon maaf bila selama ini masih banyak kekurangan, dan terima kasih atas kepercayaan orang tua selama tiga tahun ini,” katanya.
Ketua Komite Sekolah, Wiyoto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah membimbing siswa hingga lulus.
“Tiga tahun lalu kami menitipkan anak-anak kami di sekolah ini. Hari ini, kami menerima kembali mereka dengan rasa syukur dan bangga. Terima kasih bapak kepala sekolah, bapak ibu guru, serta seluruh staf atas dedikasinya,” ucap Wiyoto.
Mewakili Forkompincam Manyaran, Diyah Pujihastutik, Sekretaris Kecamatan Manyaran, menyampaikan apresiasi dan harapan seluruh siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Ini bukanlah akhir, melainkan awal babak baru. Kami berharap anak-anak dapat melanjutkan pendidikan sesuai minat dan bakatnya, dan menjadi pribadi yang sukses serta bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ungkap Diyah.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru dan orang tua menjaga lingkungan pendidikan yang aman dari kekerasan, bullying, maupun pelecehan, serta membimbing siswa generasi berikutnya di kelas vii dan viii. (Sofyan)






