Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pengajian dan zikir manaqib yang digelar dalam rangka walimatul khitan Bintang Waskito Aji Darmanto di halaman Masjid Ali Sama Al Harby, Perumahan Megatama Pratama Indah, Pokoh Kidul, Wonogiri, pada Selasa (1/7/2025), berlangsung khidmat.
Acara yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Mahabbatul Qodri Nusantara, Abah Zainal Muttaqin, menghadirkan tausiyah inspiratif dari Gus Muhammad Atou’rrohman dari Nganjuk, Jawa Timur, yang menekankan pentingnya doa ibu dan kejujuran sebagai kunci kesuksesan anak.

Dalam tausiyahnya, Gus Muhammad menceritakan kisah Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang saat kecil tetap jujur meski dirampok dalam perjalanan menuntut ilmu di Baghdad. “Syekh Abdul Qadir mengaku membawa 40 dinar yang dijahit ibunya di ketiaknya, karena berjanji selalu jujur.
Kejujurannya menyentuh hati perampok hingga mereka bertobat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa doa tulus ibu dan kejujuran yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi kesuksesan anak, bukan hanya bakat atau prestasi. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 24.00 WIB ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk Camat Wonogiri Fredy Sasono, A.P., M.M., perwakilan TNI, Polri, Squad Nusantara, dan Brigade Bintang 9.
Dalam sambutan pembukaan, Dwi Darmanto, Ketua DPC Sekar Nusantara Wonogiri, mengajak hadirin memperkuat sinergi untuk membangun Wonogiri yang lebih baik. “Terima kasih atas kehadiran semua. Mari jaga kerukunan dan kebhinekaan,” katanya.
Zikir manaqib, yang merujuk pada tradisi pembacaan biografi dan karamah Syekh Abdul Qadir Jaelani, dilakukan untuk bertabaruk dan mengenang akhlak mulia sang wali, sebagaimana dijelaskan dalam quran.nu.or.id. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebhinekaan, dengan Gus Muhammad mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah pluralitas Indonesia.
Ketua DPC Squad Nusantara, Dwi Darmanto, menyatakan bahwa acara ini memperkuat nilai-nilai Pancasila dan kerukunan antarwarga. “Kami berharap kegiatan serupa terus digelar untuk mempererat tali silaturahmi,” ujarnya. Acara ditutup dengan doa bersama, dan jamaah meninggalkan lokasi dengan tertib, menunjukkan antusiasme dan kedisiplinan masyarakat Wonogiri.






