Hujan Deras Picu Longsor di Jatiroto Wonogiri, Akses Jalan Terputus

Peringatan Dini Longsor di Wonogiri, Warga Diminta Waspada Hujan Lebat

BeritaWonogiri.com [JATIROTO] – Intensitas hujan yang sangat tinggi memicu bencana tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, pada Minggu (23/11/2025) sore. Kejadian yang berlangsung hampir bersamaan sekitar pukul 16.30 WIB ini mengakibatkan akses jalan di Dusun Mesu, Desa Boto, tertutup material dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan sangat hati-hati.

Sekretaris Desa (Sekdes) Boto, Paryanto, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan yang sangat deras dan berlangsung lama. “Penyebabnya tak lain karena curah hujan yang sangat deras dan berlangsung selama 1-2 jam. Akibat longsor tersebut beberapa jalan tertutup,” ucap Paryanto, Senin (24/11/2025) pagi.

Warga Desa Boto bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan utama. (Foto: Setyo Nugroho/ BWC)

Longsor tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan di beberapa tempat sekaligus di sekitar Jalan Dusun Mesu. Faktor utama selain hujan adalah kondisi jalan yang berada di bibir tebing.

“Air hujan dari atas yang cukup deras, membuat tebing di bibir jalan itu tak kuat menahan beban,” tambah Paryanto. Erosi akibat aliran air inilah yang kemudian membuat tebing ambles dan menutupi badan jalan di bawahnya.

Material tanah dan batuan yang longsor menutupi sebagian besar badan jalan, memutus akses transportasi untuk kendaraan roda empat. Pasca-kejadian, warga secara swadaya langsung bergerak melakukan pembersihan.

Dengan peralatan seadanya, mereka bekerja sama mengangkut material tanah untuk membuka akses jalan kembali. Gotong royong ini menjadi langkah cepat untuk memulihkan mobilitas warga setempat.

Paryanto mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi longsor susulan. “Longsoran masih bisa rawan terjadi jika hujan deras kembali mengguyur wilayah kami,” ujarnya. Pemerintah Desa pun telah mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim hujan.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Fokus penanganan saat ini adalah membersihkan material longsor sepenuhnya dan mengembalikan akses jalan seperti semula, sambil tetap siaga menghadapi kemungkinan hujan deras yang dapat memicu bencana serupa. (Setyo Nugroho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *