Talud Ambrol Terjang Rumah Warga di Pelem Wonogiri, 3 Orang Dievakuasi

Tanggap Darurat Longsor di Wonogiri, Warga Bersihkan Material dari Rumah Tertimpa

BeritaWonogiri.com [JATISRONO] – Bencana tanah longsor menerjang sebuah rumah warga di Kelurahan Pelem, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, pada Minggu (23/11/2025) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini menyebabkan tiga orang penghuni rumah terpaksa mengungsi dan memicu aksi kerja bakti warga untuk membersihkan material tanah yang membanjiri rumah.

Berdasarkan informasi dari Lurah Pelem, Agus Mardiyono, longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. “Talud di samping kanan rumah mengalami longsor dan menimpa rumah Bapak Hartono sehingga air hujan dan material tanah masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Tampak atas lokasi kejadian yang menunjukkan sebaran material tanah longsor. (Foto: Setyo Nugroho/ BWC)

Kejadian bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Talok, RT 03/RW 03. Tekanan air pada tanah di sekitar talud (dinding penahan tanah) pekarangan akhirnya menyebabkan struktur tersebut ambles dan longsor. Material tanah langsung menerjang dan memasuki rumah korban.

Dampak dari bencana ini, tiga orang penghuni rumah harus mengungsi untuk sementara waktu. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka-luka, kerusakan material terjadi pada bagian rumah yang tertimpa. Kebutuhan logistik yang paling mendesak bagi pengungsi adalah bahan pokok makanan dan material untuk perbaikan bangunan.

Menanggapi kejadian ini, upaya penanganan segera dilakukan. Warga sekitar secara bergotong-royong melakukan kerja bakti untuk membersihkan tanah dan puing-puing dari dalam rumah korban.

Pemerintah setempat juga turun tangan. Bantuan logistik berupa bahan pokok makanan telah disalurkan dari lumbung sosial Kecamatan Jatiroto untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat keluarga yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan masih terus berlangsung. Masyarakat di lingkungan Talok, Kelurahan Pelem, masih melakukan kerja bakti untuk menormalkan kondisi lokasi kejadian.

Dengan koordinasi antara warga, kelurahan, dan instansi seperti Tagana, proses tanggap darurat bencana longsor ini diharapkan dapat berjalan lancar. Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat musim hujan berpotensi memicu bencana serupa di daerah dengan topografi berbukit seperti Wonogiri. (*)

Komentar