BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Operasi Keselamatan Candi 2026 resmi dimulai setelah Polres Wonogiri menggelar Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Wonogiri, Senin (2/2/2026) pagi. Operasi ini menjadi langkah strategis kepolisian untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri dan Jawa Tengah secara umum.
Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto, S.H., M.H., serta dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Hadir di antaranya Kodim 0728/Wonogiri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, PMI, serta jajaran pejabat utama dan personel Polres Wonogiri.
Dalam amanatnya, Kompol Parwanto menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum operasi digelar di lapangan.
“Apel gelar pasukan ini untuk memastikan kesiapan personel dan memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung keberhasilan Operasi Keselamatan Candi 2026,” tegasnya.
Menurutnya, dinamika lalu lintas terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan kemajuan teknologi transportasi berbasis digital. Kondisi tersebut menuntut Polri, khususnya satuan lalu lintas, untuk terus beradaptasi dan berinovasi dengan mengedepankan prinsip Presisi.
Operasi Keselamatan Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini merupakan bagian dari cipta kondisi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Fokus operasi diarahkan pada upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang humanis, khususnya terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Polres Wonogiri menetapkan sejumlah sasaran prioritas dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, antara lain:
-
Pengendara yang tidak tertib berlalu lintas
-
Kendaraan tidak laik jalan
-
Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi
-
Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman
-
Menggunakan ponsel saat berkendara
-
Balap liar dan melawan arus
-
Berkendara di bawah pengaruh alkohol
-
Pelanggaran parkir dan penyeberangan jalan
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan fatal di jalan raya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak semata berorientasi pada penindakan.
“Operasi ini lebih mengedepankan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi dengan pendekatan humanis dan persuasif,” ujarnya.
AKP Anom menambahkan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan, termasuk melalui ETLE statis dan mobile, namun tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Menurut data kepolisian, pelanggaran lalu lintas di Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun 2025. Meski demikian, Polres Wonogiri menilai upaya peningkatan disiplin berlalu lintas harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Operasi Keselamatan Candi 2026 diharapkan menjadi momentum bersama untuk menciptakan kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan nyaman,” tambah AKP Anom.
Lebih lanjut, operasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Selama pelaksanaan apel dan kegiatan awal operasi, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Wonogiri mengimbau masyarakat untuk mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (*)






