BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Suasana Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan, perjalanan pulang kampung, dan lonjakan kendaraan di jalan raya. Namun di balik euforia itu, ancaman kecelakaan lalu lintas mengintai setiap detik. Menyadari risiko tersebut, Polres Wonogiri menggelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Candi Tahun 2026 sebagai sinyal kuat bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Latihan ini bukan sekadar formalitas. Di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri, Jumat (30/1/2026) pagi, puluhan personel berkumpul, menyatukan persepsi, strategi, dan komitmen. Pesannya jelas: arus mudik harus aman, tertib, dan minim korban.
Dalam pemaparan strategisnya, Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini mengedepankan:
langkah preemtif (edukasi dan imbauan),
langkah preventif (pengaturan dan penjagaan),
serta penegakan hukum yang profesional.
Tujuan utamanya tegas: menekan pelanggaran, menurunkan fatalitas kecelakaan, dan membangun simpati publik terhadap Polri.
“Keselamatan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Kompol Agus.
Kasat Intelkam Polres Wonogiri IPTU Sutarto membeberkan fakta yang sering luput dari perhatian publik. Menjelang Idul Fitri, potensi gangguan lalu lintas meningkat tajam.
Faktor pemicunya antara lain:
human error pengendara,
kepadatan kendaraan mendadak,
kondisi infrastruktur jalan,
aktivitas masyarakat yang melonjak drastis.
Menurutnya, tanpa kesiapan matang, risiko kecelakaan bisa meningkat signifikan.
Sorotan utama Operasi Keselamatan Candi 2026 ada pada sistem penindakan. Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe menegaskan bahwa 95 persen penindakan akan dilakukan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Tilang manual hanya digunakan 5 persen, itupun secara terbatas dan selektif.
“Kami ingin penegakan hukum yang objektif, transparan, dan minim gesekan,” tegas AKP Julius.
Pendekatan ini sekaligus menjadi pesan keras bagi pelanggar lalu lintas: kamera tidak pernah lengah.
Memimpin langsung latihan, Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto memberikan arahan tegas kepada seluruh personel. Ia menekankan pentingnya:
disiplin pelaporan,
koordinasi antarsatgas,
pemisahan jelas antara operasi dan kegiatan rutin.
“Keberhasilan operasi tidak hanya terlihat di jalan, tapi juga di laporan,” ujarnya.
Baginya, soliditas internal menjadi fondasi keberhasilan pengamanan lalu lintas.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menyebut Latihan Pra Operasi Keselamatan Candi Tahun 2026 sebagai langkah strategis.
Latihan ini memastikan setiap personel:
memahami tugas dan tanggung jawab,
bergerak dengan standar yang sama,
mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.
“Target akhirnya sederhana tapi krusial: masyarakat selamat,” pungkasnya.
Operasi Keselamatan Candi 2026 bukan sekadar agenda tahunan. Di balik rompi, peluit, dan kamera ETLE, ada misi besar: menyelamatkan nyawa pengguna jalan.
Polres Wonogiri memilih bersiap lebih awal, memperkuat strategi, dan menutup celah risiko sebelum puncak arus Idul Fitri tiba. Pesan moralnya tegas: keselamatan bukan pilihan, tapi keharusan. (*)








Komentar