BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya membangun Jawa Tengah, pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penurunan angka kemiskinan, peningkatan investasi, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai jika pemerintah berjalan sendiri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, relawan, akademisi, hingga sektor swasta menjadi kunci utama dalam membangun Jawa Tengah secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri silaturahmi dan buka bersama dengan relawan Jawa Tengah di Gradhika Bakti Praja, Semarang, Sabtu (14/3/2026) malam.
“Kami Bukan Superman, Tapi Superteam”
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Kami bukan superman yang semuanya bisa, tetapi kami adalah superteam. Kerja tidak boleh sendiri, tidak boleh parsial, tidak boleh menange dewe. Semua komponen masyarakat harus ikut membantu dalam membangun Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Tantangan Pembangunan Daerah
Menurutnya, tantangan pembangunan di Jawa Tengah cukup besar mengingat jumlah penduduk mencapai sekitar 38,56 juta jiwa yang tersebar di 7.809 desa dan 35 kabupaten/kota.
Untuk itu, diperlukan integrasi program pembangunan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota agar proses membangun Jawa Tengah berjalan efektif.
Investasi Butuh Keamanan dan Kolaborasi
Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya investasi untuk mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, para kepala daerah di Jawa Tengah harus mampu menjadi “manajer marketing” yang mempromosikan potensi wilayah masing-masing.
Ia menambahkan bahwa salah satu syarat utama masuknya investasi adalah jaminan keamanan dan ketertiban.
“Kalau napas gotong royong tidak ada, maka tidak bisa membangun Jawa Tengah. Kita harus menjaga tata krama, adab, dan semangat kebersamaan,” katanya.
Relawan Diminta Aktif Menyampaikan Informasi
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menegaskan peran penting relawan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Relawan diharapkan mampu menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di daerah kepada pemerintah agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Setelah persoalan tersebut ditangani, relawan juga diminta membantu menyosialisasikan program serta hasil kerja pemerintah kepada masyarakat.
Tangkal Hoaks di Media Sosial
Selain itu, relawan juga diminta aktif menangkal penyebaran hoaks yang marak beredar di media sosial. Informasi yang tidak utuh atau potongan video yang menyesatkan dinilai dapat memicu kesalahpahaman dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Apapun yang dikatakan masyarakat di media sosial adalah cambuk bagi kita untuk bekerja lebih baik dalam membangun Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.
Ia juga mengingatkan seluruh relawan agar tetap menjaga sopan santun, tidak melanggar hukum, dan tidak mudah terpancing konflik.
“Jangan sampai ada perpecahan. Kita harus saling asah, asih, dan asuh dalam membangun Jawa Tengah,” ujarnya. (Zul)







Komentar