Program Pesantren Obah: Seleksi Akhir Beasiswa Santri Pemprov Jateng 2026 Masuki Tahap Wawancara

Wujudkan Janji Luthfi-Gus Yasin

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Seleksi calon penerima Beasiswa Santri Pemprov Jawa Tengah dan pengasuh pesantren tahun 2026 resmi memasuki babak akhir. Sebanyak 15 peserta strata sarjana (S1) untuk jalur luar negeri telah dinyatakan lolos dan bersiap melanjutkan studi ke berbagai negara.

Hasil seleksi jalur luar negeri tersebut sebelumnya telah diumumkan pada Senin, 6 Juli 2026. Rincian penerima meliputi tiga santri bidang Sainstek yang akan berkuliah di China, satu santri bidang kedokteran di Universitas Al-Azhar Mesir, tiga orang di Universitas Al-Ahqof Yaman, tujuh orang di Al-Azhar Mesir bidang Keislaman, serta satu santri mengambil program Double Degree.

Sementara itu, untuk jenjang S1 santri serta magister dan doktor (S2 dan S3) pengasuh pesantren dalam negeri, sebanyak 98 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari 43 santri S1 yang lolos, terdapat 10 santri yang berhasil menembus Program Studi Kedokteran serta 12 santri di bidang Sains, Teknik, dan Matematika.

Tahap akhir seleksi dilanjutkan melalui tes wawancara langsung. Calon peserta S2 dan S3 menjalani tes pada Sabtu, 25 Juli 2026, sedangkan 43 calon mahasiswa S1 mengikuti wawancara pada Minggu, 26 Juli 2026. Seluruh proses pengujian bertempat di Kompleks BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Jalan Setiabudi No. 201 A, Srondol, Semarang.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Hasyim Muhammad, M.Ag., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemprov Jateng sekaligus bagian dari Program Pesantren Obah yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

“Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit masuk. Karena itu Pemprov memberi kesempatan emas ini secara khusus,” ujar Hasyim.

Ia menambahkan, sejak dibuka, program perdana ini menarik minat 942 pendaftar, terdiri atas 702 pendaftar santri dan 240 pengasuh pesantren melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) dan portal resmi Pemprov Jateng.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Dr. Wahid Abdulrahman, memaparkan bahwa materi wawancara mencakup empat kriteria utama. Pengujian meliputi kemampuan membaca kitab kuning dengan bobot terbesar yakni 50 persen, hafalan Al-Quran 20 persen, wawasan kebangsaan 15 persen, serta wawasan kepesantrenan 15 persen.

“Karena amanahnya beasiswa pesantren, maka kemampuan membaca kitab kuning memiliki porsi nilai paling tinggi,” jelas Dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Undip tersebut.

Wahid menambahkan, para peserta bebas memilih kampus tujuan di Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Pemprov Jateng, maupun perguruan tinggi luar negeri mitra. Bagi peserta yang berhalangan hadir pada hari pertama, panitia memberikan kesempatan wawancara susulan pada Minggu (26/7/2026).

Pengumuman kelulusan akhir peserta penerima Beasiswa Santri Pemprov Jateng 2026 dijadwalkan pada Senin, 3 Agustus 2026, melalui laman www.jatengprov.go.id dan aplikasi JNN. (*)

Komentar