BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemanfaatan aset pemerintah dan optimalisasi potensi daerah dinilai menjadi pengungkit baru bagi pertumbuhan pelaku UMKM perempuan Jateng. Langkah strategis ini ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, guna memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi dengan sektor swasta.
Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Jawa Tengah periode 2026–2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam arahannya, Luthfi membuka peluang pemanfaatan berbagai aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seperti kawasan perkebunan dan sarana publik, agar dikelola bersama Iwapi demi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Jangan hanya business to business, jangan hanya mencari keuntungan. Iwapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di mana organisasi ini berada,” tegas Luthfi di hadapan para pengurus.
Gubernur meminta pengurus Iwapi aktif menjalin komunikasi langsung dengan para bupati dan wali kota di 35 kabupaten/kota untuk mengidentifikasi potensi lokal yang bisa dikembangkan secara kolaboratif.
Selain perluasan peluang usaha, Iwapi ditugaskan menjadi mitra pendamping utama bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pendampingan tersebut mencakup akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, strategi pemasaran, hingga pembukaan akses ekspor.
Luthfi menilai sinergi ini krusial untuk menjaga tren positif perekonomian Jawa Tengah yang pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,89 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
“UMKM jangan hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujanya.
Ketua DPD Iwapi Jawa Tengah periode 2026–2031, Ning Wahyu Astutik, mengungkapkan bahwa jaringan organisasinya kini telah menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota dengan jumlah anggota mendekati 3.000 orang.
Pada kepengurusan baru ini, Iwapi menargetkan pembentukan pengurus hingga tingkat kecamatan serta percepatan transformasi digital bagi para anggota melalui platform pelatihan digital.
“Kami ingin usaha anggota Iwapi naik kelas dan semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tutur Ning.
Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi, menambahkan bahwa digitalisasi masih menjadi tantangan terbesar UMKM perempuan. Untuk mengatasi hal tersebut, DPP Iwapi telah mengembangkan platform Iwapi Digital sebagai pusat informasi dan jejaring bisnis nasional.
Saat ini, Iwapi menaungi lebih dari 40 ribu anggota di 38 provinsi. Organisasi ini terus memperluas kemitraan internasional untuk membuka peluang ekspor bagi produk unggulan hasil karya pengusaha perempuan Indonesia. (*)








Komentar