BeritaWonogiri.com [BANYUMAS] – Gemuruh riuh tepuk tangan, alunan musik, yel-yel kreatif, hingga kemunculan peserta berkostum nyeleneh menyulap gelaran Purwokerto Half Marathon 2026 menjadi ajang Pesta Rakyat Purwokerto yang penuh kehangatan. Kehadiran ribuan pemandu sorak (cheering) dari berbagai elemen warga, pelajar, komunitas, hingga kelompok seni sukses membakar semangat para pelari melahap rute hingga garis finis.
Sejak Minggu pagi, 17 Mei 2026, lautan masyarakat langsung memadati sejumlah titik strategis lintasan lari. Energi positif yang dipancarkan warga melalui sorak-sorai tanpa henti ini diakui para pelari sebagai salah satu daya tarik utama yang membedakan kompetisi ini dengan ajang maraton lainnya.
Apresiasi Finansial dan Sinergi Lintas Sektor
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, membuka langsung jalannya acara dengan melakukan flag off. Sebelum ikut berlari di kategori 5K, Luthfi menyempatkan diri ikut bersorak memotivasi ribuan peserta dan mengapresiasi kolaborasi erat yang menyukseskan Pesta Rakyat Purwokerto berbasis olahraga ini.
“Terima kasih kepada BRI, BI, Bupati Banyumas, serta seluruh warga yang telah hadir merangkai kegiatan half marathon ini,” ujar Ahmad Luthfi sesaat sebelum melepas bendera start.
Kostum Unik Hingga Pujian Pelari Luar Kota
Atmosfer kemeriahan Pesta Rakyat Purwokerto menorehkan kesan mendalam bagi Maliq, pelari asal Surabaya yang tampil mencolok dengan outfit bertema maling. Ia berkelakar penampilannya terinspirasi dari mimpi untuk mencuri hati kekasihnya, bukan untuk tindakan korupsi.
“Pernah ikut event pertama, tapi tahun ini jauh lebih seru. Cheering-nya bikin semangat,” aku Maliq.
Kesan serupa datang dari Sulendro, pelari asal Yogyakarta yang finis di kategori 5K dengan catatan waktu impresif 19 menit 33 detik. Ia memuji sterilisasi jalur dan fasilitas water station yang sangat teratur.
Pelari half marathon asal Jogja lainnya, Rahadi, bahkan menyebut dukungan warga lokal di Purwokerto merupakan yang paling heboh dan berkesan jika dibandingkan dengan berbagai race yang pernah ia ikuti di sepanjang Pulau Jawa.
Rekomendasi Rute Baru untuk Edisi 2027
Tingginya kepuasan peserta memicu harapan besar untuk penyelenggaraan tahun depan. Duet pelari lokal, Sasi dan Vania, mengaku ketagihan dan berjanji akan kembali mendaftar pada edisi 2027 dengan harapan panitia bersedia mengeksplorasi sudut kota baru yang berbeda agar rute semakin bervariasi.
Testimoni dr Tirta dan Dampak Ekonomi Daerah
Sanjungan terhadap kesuksesan Pesta Rakyat Purwokerto ini juga dilontarkan oleh dokter sekaligus pegiat olahraga nasional, Tirta Mandira Hudhi. Melalui testimoni singkatnya, ia mengagumi gairah publik yang luar biasa sepanjang kompetisi bergulir.
“PWT HM alhamdulillah keren, seru. Cheering-nya joss,” ungkap pria yang akrab disapa dr Tirta tersebut.
Secara keseluruhan, Purwokerto Half Marathon 2026 sukses menyedot total 6.000 peserta yang terbagi dalam kategori half marathon 21K (2.000 pelari), 10K (1.750 pelari), 5K (2.000 pelari), serta fun run 3K (250 pelari). Selain melahirkan catatan waktu terbaik, ajang prestisius ini terbukti nyata menggerakkan roda ekonomi perhotelan, sektor wisata, kuliner kuliner, hingga pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas. (*)






