BeritaWonogiri.com [PEKALONGAN] – Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kini menjadi perbincangan hangat publik. Nama sang bupati mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2025).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan penangkapan terhadap Bupati Pekalongan dalam kegiatan penyidikan tertutup. Meski begitu, lembaga antirasuah belum mengungkap detail konstruksi perkara maupun dugaan tindak pidana yang sedang didalami.
Pihak-pihak yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif di Gedung KPK. Di tengah ramainya pemberitaan ini, publik semakin intens mencari tahu profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq tak lepas dari latar belakang keluarga seniman. Ia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama asli Laila Fathiah. Fadia merupakan putri dari pedangdut senior A. Rafiq, sosok legendaris industri musik dangdut Indonesia.
Latar belakang keluarga inilah yang mengantarkannya ke dunia hiburan sebelum akhirnya beralih ke politik. Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menunjukkan perjalanan unik dari panggung dangdut ke kursi kekuasaan daerah.
Fadia menikah dengan M. Ashraff Abu, politikus yang terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X. Dari pernikahan ini, pasangan dikaruniai enam orang anak. Kehidupan keluarga mereka kerap jadi perhatian publik karena keduanya aktif di politik nasional dan daerah.
Dalam profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, jejak pendidikannya cukup solid. Ia menempuh pendidikan dasar di Jakarta, lalu melanjutkan S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang.
Karier akademiknya berlanjut ke jenjang magister. Ia meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Stikubank Semarang. Tak berhenti di situ, Fadia mengejar program doktoral di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Sebelum dikenal sebagai kepala daerah, Fadia sempat meniti karier sebagai penyanyi dangdut. Ia mengikuti jejak sang ayah dan merilis lagu Cik Cik Bum Bum pada awal 2000-an.
Namun, kiprah di dunia hiburan tidak bertahan lama. Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kemudian berubah saat ia memilih jalur politik dan pemerintahan.
Fadia dikenal sebagai kader Partai Golkar. Ia pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan. Posisi ini memperkuat fondasinya sebelum maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Langkah politik Fadia dimulai saat dipercaya menjadi Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Pengalaman ini menjadi batu loncatan penting dalam membangun jaringan dan kapasitas pemerintahan.
Setelahnya, ia memimpin organisasi kepemudaan sebagai Ketua KNPI Jawa Tengah periode 2016–2021. Posisi ini memperluas pengaruhnya di tingkat provinsi.
Puncaknya terjadi pada Pilkada 2020. Fadia terpilih sebagai Bupati Pekalongan masa jabatan 2021–2026 dan resmi dilantik pada 27 Juni 2021.
Dalam kontestasi berikutnya, Fadia kembali menang dan melanjutkan kepemimpinan periode 2025–2030. Pelantikan periode keduanya digelar megah di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.
Namun, profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kini tercoreng dengan kasus OTT KPK. Sebelumnya, namanya juga sempat ramai di media sosial akibat respons kontroversial terhadap kritik warga soal infrastruktur dan kinerja pemerintah daerah. (*)







Komentar