BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] Adv – Di saat ini, dimana ekonomi global dan nasional melambat; Bahkan banyak yang terjerat hutang baik Pinjol, Koperasi, Bank, Rentenir dan lain sebagainya, ternyata ada pintu solusi yang mudah dilakukan di bidang pertanian, khususnya pembudidayaan Ulat Sutera Makan Daun Singkong dan Jarak Kepyar (disingkat USJK).
Bahkan daun singkong yang digunakan diutamakan singkong yang tidak berumbi, karena daunnya tebal dan luas serta mengandung sianida yang tinggi. Ulat Sutera USJK justru semakin sehat dan gemuk-gemuk, ketika memakan daun yang mengandung sianida yang tinggi.

Hasil panenan berupa Kepompong yang terdiri dari larva atau pupa atau gendon atau ungkrung dan rumahnya yang merupaan serat sutra langsung diserap oleh pembeli yang sudah ada di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Kecamatan Sidoharjo.
Di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah, Agus S, sebagai Pioneer sekaligus sebagai Breeder, Pembudidaya dan juga koordinator puncak untuk Kabupaten Wonogiri atas komoditas Ulat Sutera USJK, tengah mengembangbiakan ulat sutera yang memakan daun singkong dan Jarak Kepyar.. ‘Modal terjangkau, mudah dan cepat perkembangbiaknya. Panenan dalam masa 25 hari saja. “Ulatnya juga tidak gatal dan bahkan menggemaskan” ujar Agus, Kamis (29/05/2026)

Awalnya, Agus mengikuti pelatihan tingkat pembudidaya dan tingkat Breeder yang dipandu langsung dari jaringan suplier bibit ulat sutera USJK tersebut dari Cina. Kini, dia merintis pembibitan ulat sutera USJK bersama beberaa pembudidaya dalam jaringannya. Sementara pembibitan ulatnya dilakukan di sisi belakang rumahnya di Sidoharjo.
Ada cerita menarik, seorang pembudidaya ulat sutera USJK yang merupakaan binaan Agus dalam waktu dekat segera membudidayakan sebanyak 1 juta ekor. Lahan yang disiapkan khusus untuk ditanami jarak kepyar seluas 1 ha lebih dengan benih jarak kepyar sebanyak 100 kg. Potensi panenan optimum senilai Rp 124 juta per sekali panen (25 hari). 1 ekor ulat jika ditangani dengan serius dapat menghasilkan berat maksimum sebanyak 6,73 gr. Jadi untuk pembudidayaan sebanyak 1 juta ekor berpotensi menghasilkan berat maksimal 6.730 kg. Agus berani membeli hasil panenan kepompong dengan harga per kg Rp 30.000. Jadi potensi panenan untuk 1 juta ekor, maksimal akan memperoleh sebesar Rp 201,9 juta. Pakan dipetik dari kebun jarak kepyar milik sendiri dari petani jaringan Agus. Hanya membeli benih jarak kepyar di awal saja dan sewa lahan seluas 1 ha selama 1 tahun dan dapat dipetik terus daunnya. Jarak kepyar berkembanng biak secara cepat dan mampu bertahan hidup di lahan kering. Satu tahun dapat membudidayakan minimal sebanyak 12 kali. Karena untuk perkandangan yang sama dalam 1 bulan dapat digunakan untuk membudidayakan sebanyak 3 sesi.

Rencananya pada Selasa, 2 Juni 2026 akan dibuka kelas baru angkatan ke-3 pelatihan Ulat Sutera USJK. Agus dapat dikontak di nomor WA: 08112544489

Pelatihan pembudidaya ulat sutera USJK diselanggarakan oleh Team Pelatih Teori dan pendampingan praktek secara online selama 30 hari dilakukan di Wonogiri tiap minggu. Minimal 1 minggu sekali, namun jika banyak peserta bisa ditambah menjadi 1 minggu 2x. Lama pelatihan teori 2 jam. Harga terjangkau dan langsung lunas pada panenan pertama ketika sudah masuk level produksi. Biasanya setelah berlatih praktek 2x, pembudidaya siap membudidayakan sebanyak 5.000 ekor. Lalu bertahap naik-naik menjadi 10.000, 20.000, 30.0000 dan seterusnya. Tidak ada batasan jumlah maksimal karena kebutuhan serapan tersedia dalam jumlah yang sangat besar.
Pembudidaya untuk mendapatkan telur ulat USJK dari Agus harus sudah ikut pelatihan teori dan praktek terlebih dahulu. Selanjutnya telor ulat USJK akan dibagikan sejumlah sesuai permintaan pembudidaya dan dibayar pada saat panen (yarnen) dengan sistem bagi hasil 5/70 x nilai panenan. (Adv)







Komentar