BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Inovasi pelayanan gizi berbasis lingkungan mulai tumbuh subur dari daerah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatipurno 1, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menghadirkan terobosan baru dengan mengintegrasikan program penghijauan tanaman buah dalam pot (tabulampot) produktif di area operasional mereka. Langkah kreatif ini menjadikan dapur gizi Wonogiri tersebut bukan sekadar tempat penyedia makanan sehat bagi ribuan penerima manfaat, melainkan bertransformasi menjadi model dapur hijau berkelanjutan.
Pihak pengelola menjalankan program ini melalui kolaborasi strategis bersama Kebun Bibit Griya Amanah Jatipurno. Mereka menata rapi aneka tanaman buah unggulan seperti jambu, anggur brazil, hingga black sapote di area dapur utama SPPG Jatipurno 1 sejak Sabtu 30 May 2026. Kehadiran ruang hijau ini berfungsi aktif sebagai penyaring alami debu, penurun suhu mikro, sekaligus pelindung higienitas wilayah pengolahan makanan.
Aris Setiawan, Ketua Yayasan Budi Utomo selaku lembaga yang menaungi SPPG Jatipurno 1, menegaskan bahwa penguatan konsep ruang hijau produktif di kawasan dapur pelayanan gizi merupakan langkah strategis. Menurutnya, keberadaan tabulampot di sekitar dapur bertindak sebagai sistem pendukung sanitasi modern yang menciptakan suasana kerja lebih sehat, sejuk, dan nyaman bagi para juru masak.
“Kami ingin memastikan lingkungan dapur tetap bersih, sehat, dan nyaman. Kehadiran tabulampot membantu menciptakan udara yang lebih sejuk sekaligus mendukung stabilitas kebersihan area produksi makanan, sehingga pelayanan gizi bagi ribuan penerima manfaat dapat berjalan optimal dan berkualitas,” tegas Aris.
Tidak berhenti pada aspek estetika dan penyaringan udara, manajemen SPPG Jatipurno 1 juga mengarahkan program ini menuju sistem zero waste berbasis pertanian lingkar tertutup. Petugas akan mengolah seluruh limbah organik sisa operasional dapur menjadi pupuk kompos dan pupuk cair organik untuk menyuburkan kembali tanaman buah di sekeliling area mako.
Pengelola Kebun Bibit Griya Amanah, Tarmin, menyebut kolaborasi tersebut sebagai bukti nyata bahwa kawasan pelayanan publik dapat tegak berdiri secara produktif sekaligus ramah lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dapur layanan gizi pun bisa menjadi pusat edukasi lingkungan dan ketahanan pangan. Tanaman buah yang kami siapkan menggunakan metode vegetatif unggul sehingga cepat berbuah meski ditanam di dalam pot,” kata Tarmin menjelaskan keunggulan sistem pertanian tersebut.
Sebagai informasi, SPPG Jatipurno 1 beroperasi di bawah naungan Yayasan Budi Utomo dan kompleks Pondok Pesantren Bairuha Jatipurno. Sejak mulai mengepulkan asap dapur pada September 2025, pusat pemenuhan gizi ini konsisten melayani lebih dari 2.700 penerima manfaat mulai dari siswa sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui di wilayah Kecamatan Jatipurno.
Panitia menerapkan standar sanitasi yang sangat ketat, mulai dari kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi kru dapur hingga pengendalian kebersihan lingkungan secara berkala. Integrasi apik antara pelayanan gizi, pengelolaan limbah mandiri, dan penghijauan produktif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan pemerintah pusat, sehingga berpotensi kuat menjadi model percontohan nasional untuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) berbasis ekologi. (Tarmin)







Komentar