BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Upaya meningkatkan pemahaman keislaman dan memperkuat akhlak keluarga terus dilakukan pengurus Masjid Al-Falah melalui kegiatan kajian rutin Ahad Kliwon ba’da Magrib hingga Isya. Kajian bertema Parenting Keluarga Islami tersebut digelar di Masjid Al-Falah, Jalan Semeru Nomor 13B, Kampung Madyorejo RT 01 RW 07, Jetis, Sukoharjo, Ahad, 31 Mei 2026.
Kegiatan yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan itu menghadirkan psikolog sekaligus praktisi pendidikan, Muhammad Machbub Aozai, S.Pd., M.Psi., Psikolog. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Keluarga Penuh Makna: Teladan Parenting dari Keluarga Nabi Ibrahim.”
Kajian diawali sambutan dari bidang Dakwah dan Pendidikan Masjid Al-Falah, Muh Anis. Ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan menghadiri majelis ilmu.
Muh Anis menegaskan pentingnya menjaga semangat menuntut ilmu agama sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan modern. Setelah pembukaan, seluruh jamaah bersama-sama membaca basmalah sebelum kajian dimulai.
Dalam pemaparannya, Muhammad Machbub Aozai menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pola asuh yang baik tidak hanya dimulai dari pendidikan formal, tetapi juga dari doa, ucapan, dan keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa setiap ucapan orang tua akan memengaruhi perkembangan psikologis anak. Karena itu, orang tua perlu menyaring setiap perkataan yang disampaikan kepada putra-putrinya.
“Ibu adalah madrasah pertama, sedangkan ayah adalah kepala sekolahnya. Ketenangan seorang ibu akan memengaruhi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak. Begitu pula kesalehan suami akan berpengaruh terhadap kesalehan istri,” paparnya.
Menurutnya, kondisi sebuah keluarga juga dapat memengaruhi lingkungan keluarga lainnya sehingga pembentukan karakter harus dimulai dari rumah.
Dalam kajian tersebut, pembicara juga menekankan bahwa fondasi utama keluarga yang kuat adalah keimanan kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa anak yang dibesarkan dengan nilai-nilai keimanan yang kuat akan memiliki mental tangguh, siap berkorban, serta mampu menjalankan tanggung jawab sosial maupun spiritual.
“Keluarga penuh makna bukan yang rumahnya besar, tetapi yang tahu arah pulangnya. Bukan yang anaknya kaya, tetapi yang anaknya takut kepada Allah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Pesan tersebut mendapat perhatian jamaah karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang sering mengukur keberhasilan keluarga dari aspek materi semata.
Sebagai penutup, Muhammad Machbub Aozai mengajak jamaah untuk senantiasa mengamalkan doa yang tercantum dalam QS. Al-Furqan ayat 74 setelah melaksanakan salat.
Ayat tersebut berisi doa agar Allah SWT menganugerahkan pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati serta menjadikan keluarga sebagai teladan bagi orang-orang bertakwa.
Pengurus Masjid Al-Falah berharap kajian rutin ini dapat menjadi sarana pembinaan umat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga muslim dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. (Begug SW)







Komentar