Jangan Update Status! Ustaz Suroto: Ada Masalah Itu Larinya ke Sajadah Bukan ke Sosmed

Antusiasme Jamaah Pasca-Ramadhan Meningkat

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Puluhan jamaah memadati Kajian Masjid Al-Falah Madyorejo, Jetis, Sukoharjo, untuk menyimak ulasan mendalam mengenai kunci pertolongan Allah melalui sabar dan shalat. Kajian rutin yang berlangsung setiap Rabu sore ba’da Magrib ini menghadirkan pembicara kondang, Ustaz Drs. H. Suroto, pada Rabu (15/4/2026).

Dalam paparannya, Ustaz Suroto menekankan bahwa Allah SWT telah memberikan “resep” menghadapi problematika hidup sejak 14 abad silam. Mengacu pada Surat Al-Baqarah ayat 45 dan 153, ia menjelaskan bahwa sabar dan shalat adalah satu paket yang tidak boleh dipisahkan oleh setiap mukmin.

Antusiasme Jamaah Pasca-Ramadhan Meningkat

Ketua Takmir Masjid Al-Falah, Ir. H. Rudy Setyohadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan kedua yang terselenggara secara rutin setelah bulan suci Ramadhan. Menurutnya, antusiasme warga Madyorejo dan sekitarnya terus meningkat untuk mengikuti siraman rohani mingguan tersebut.

“Alhamdulillahirabbilalamin, jamaah semakin antusias. Kajian ini rutin dilaksanakan setiap Rabu ba’da shalat Magrib untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama jamaah,” ujar Rudy di sela-sela kegiatan.

Mengapa Sabar Disebut Sebelum Shalat?

Ustaz Suroto membedah perintah “Wasta’iinu”, yang berarti instruksi untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Ia memberikan sindiran halus kepada fenomena masyarakat modern saat ini yang lebih sering mengadu di media sosial dibandingkan bersujud.

“Kalau ada masalah, lari pertama itu bukan ke status WhatsApp, tapi ke sajadah. Sabar disebut duluan sebelum shalat karena shalat tanpa sabar akan berujung terburu-buru. Sebaliknya, sabar tanpa shalat itu kosong, tidak ada tiangnya,” tegas Ustaz Suroto di depan jamaah yang menyimak dengan takzim.

Tiga Jenis Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari

Lebih lanjut, Ustaz Suroto merinci tiga kategori sabar yang harus dilatih melalui ibadah shalat:

  1. Sabar dalam Ketaatan: Menahan rasa kantuk saat Subuh atau rasa malas saat hendak bersedekah. Shalat lima waktu menjadi sarana latihan sabar paling rutin.

  2. Sabar Menahan Maksiat: Kekuatan untuk menolak godaan korupsi, ghibah, hingga konten negatif di internet. Sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Ankabut ayat 45 bahwa shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

  3. Sabar Menghadapi Musibah: Tetap tegar saat usaha bangkrut atau kehilangan orang tercinta. Dalam kondisi ini, shalat menjadi ruang “curhat” langsung kepada Sang Pencipta.

Shalat Sebagai Penenang Jiwa

Menutup kajian tersebut, Ustaz Suroto mengutip kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ yang selalu meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan saat dalam kesulitan dengan kalimat, “Arihnaa bish-shalaati yaa Bilal” (Tenangkan kami dengan shalat).

Ia menyimpulkan bahwa shalat tanpa kesabaran hanyalah gerakan fisik tanpa jiwa. Sementara kesabaran tanpa shalat akan membuat seseorang terasa kuat namun buntu karena kehilangan tempat mengadu yang paling utama. (Begug SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *