Staimas Wonogiri dan Fatoni University Thailand Gelar FGD Hukum Tata Negara dan Siyasah Syariah

Diskusi Kelompok Campuran Lintas Negara

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariah) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri bersama Fatoni University, Thailand, menggelar FGD Hukum Tata Negara bertema “Hukum Tata Negara dan Siyasah Syariah: Pertukaran Perspektif Mahasiswa Indonesia dan Thailand”. Kegiatan berlangsung di kampus Staimas Wonogiri, Selasa, 27 Oktober 2026.

Forum ini diikuti dosen dan mahasiswa Hukum Tata Negara dari kedua perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Asst. Prof. Muhammadaree Waeno, S.E., M.Si., dosen Fatoni University Thailand, berterima kasih atas kesempatan hadir dalam forum yang mempertemukan akademisi dan mahasiswa dua negara. Menurut dia, FGD ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi tentang ketatanegaraan dan siyasah syariah, sekaligus mempererat hubungan akademik Indonesia dan Thailand.

Kaprodi Hukum Tata Negara Staimas Wonogiri, Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, M.A.P., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan lewat pertukaran pandangan lintas negara, terutama antara Indonesia dan Thailand.

Kegiatan diawali pembukaan dan pengantar tujuan FGD, dilanjutkan paparan pengantar dari perwakilan mahasiswa Indonesia dan Thailand. Peserta lalu dibagi ke dalam kelompok campuran yang terdiri atas mahasiswa kedua negara dari semester I, III, V, dan VII.

Kelompok membahas sejumlah tema, yakni pembatasan kekuasaan dalam konstitusi, akomodasi syariat dalam hukum nasional, dan perlindungan hak mayoritas dan minoritas. Tema lain mencakup peran peradilan konstitusi dan peradilan agama dalam menjaga keadilan, serta peran mahasiswa hukum dalam menjaga konstitusi di negaranya.

Diskusi berjalan hidup dengan beragam pertanyaan dan tanggapan dari sudut pandang masing-masing negara. Kerangka siyasah syariah menjadi pijakan bersama dalam membandingkan praktik ketatanegaraan Indonesia dan Thailand. Kerangka itu meliputi siyasah dusturiyah (hukum tata negara), siyasah dauliyah (hukum internasional), dan siyasah maliyah (hukum keuangan negara). Perbedaan perspektif disebut menambah kekayaan keilmuan peserta.

Setiap kelompok memaparkan hasil diskusi, yang dirumuskan menjadi kesimpulan dan rekomendasi bersama sebelum kegiatan ditutup.

Lewat FGD ini, Staimas Wonogiri dan Fatoni University berharap kolaborasi akademik internasional terus berlanjut. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon ahli hukum tata negara yang berwawasan global. (Nadhiroh)

Komentar