BeritaWonogiri.com [JATIPURNO] – Petani di Desa Kembang Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri mendapat harapan baru dalam mengatasi populasi hama kera ekor panjang yang mengganggu lahan pertanian selama sepuluh tahun terakhir. Pemerintah Desa Kembang mengalokasikan dana desa senilai Rp70 juta di APBDes Tahun 2023.
Dana itu untuk Kegiatan penanggulangan hama kera ekor panjang. Kepala Desa Kembang, Suwarno, mengungkapkan penganggaran telah melalui konsultasi dengan Pemerintah Kecamatan Jatipurno dan mendapatkan izin dari Bupati Wonogiri setelah berkoordinasi dengan Perhutani, dan mendapat persetujuan dari BKSDA Surakarta.
Hingga 15 Juni 2023, sudah ada empat ekor kera yang tertangkap. Dua ekor di antaranya telah diambil pihak BKSDA Surakarta, sedangkan dua ekor lainnya masih berada di kandang penampungan. Pemerintah Desa Kembang telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi populasi hama tersebut.
Baca juga: Forkopincam Giriwoyo Lakukan Mitigasi Bencana Banjir, Bersihkan Luweng Lingkungan Tameng
Detail penganggaran untuk kegiatan itu meliputi pembuatan kandang jebakan, pembuatan kandang pemindahan atau transport, pembuatan kandang penampungan serta beaya operasional. Selain itu, juga dilakukan pembelian dan penanaman bibit buah untuk persediaan pakan kera di petak hutan lain yang belum ditanami buah-buahan.

Penggiat lingkungan Kecamatan Jatipurno, Tarmin mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kembang dalam mengatasi populasi hama kera ekor panjang. Menurutnya, penggunaan dana APBDes Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp70 juta menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pertanian dan lingkungan.
Selain itu, Tarmin berharap agar upaya penanggulangan ini tidak bersifat sementara, tetapi berkelanjutan jangka panjang. Pembelian dan penanaman bibit buah untuk pakan kera merupakan langkah yang positif untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan memberikan alternatif makanan yang aman bagi kera.
Penggiat lingkungan ini juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya penanggulangan hama kera ini. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, ujarnya, sangat penting dalam mencapai keberhasilan dalam mengurangi populasi hama. “Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, diharapkan Desa Kembang dapat menjadi contoh yang sukses dalam menghadapi tantangan lingkungan,” katanya.

Sekadar diketahui, upaya Pemdes Kembang di antaranya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perhutani, komunitas/masyarakat pecinta alam, para relawan, dan warga petani lokal. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan penanaman pohon buah-buahan di kawasan hutan melalui kerja sama dengan perhutani.
Namun, upaya ini belum mampu sepenuhnya mengurangi populasi hama kera ekor panjang yang ada di lingkungan pemukiman warga. Akibatnya, petani di Desa Kembang terus menghadapi gangguan dan kerusakan tanaman mereka.
Awal musim kemarau ini, masalah hama kera ekor panjang semakin memburuk. Puluhan kera turun ke pemukiman warga di Dusun Ngernak, Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Mereka merusak tanaman, bahkan masuk ke teras-teras rumah.
Mengingat kera merupakan hewan satwa yang dilindungi, pilihan untuk membunuh hama tersebut tidak bisa dilakukan. Pemerintah Desa Kembang dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri berusaha menanggulangi masalah ini. Salah satu cara yang mereka tempuh adalah memasang jebakan agar kera terperangkap dan kemudian diamankan di kandang penampungan.
Namun, ada kejadian yang menarik saat teman-teman kera yang tertangkap ditempatkan di kandang penampungan. Gerombolan kera lainnya datang menghampiri kandang penampungan. Seolah-olah mereka protes agar teman mereka dibebaskan. (Thamrin)







Komentar