Api Pekarangan Merenggut Nyawa, Lansia di Wonogiri Tak Tertolong

Seorang lansia di Wuryantoro, Wonogiri, meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat membakar sampah daun bambu di pekarangan rumahnya.

Beritawonogiri.com [WURYANTORO] – Peristiwa kebakaran akibat pembakaran sampah daun kering merenggut nyawa seorang warga di Dusun Jambangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Minggu (28/9/2025).

Korban bernama Minem (73), seorang petani yang dikenal rajin membersihkan pekarangan rumah bersama suaminya, Suwito (75). Saat kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, pasangan lansia tersebut sedang membakar sampah daun bambu di belakang rumahnya.

Saksi mata, Ulfah Sulistyowati (31), tetangga korban, mengaku mendengar suara letupan dari arah belakang rumah korban. Saat diperiksa, api sudah membesar dan merambat hingga rumpun bambu. “Saya melihat kobaran api semakin besar dan Pak Suwito hampir terjebak. Saya langsung berteriak minta tolong warga sekitar,” ujar Ulfah kepada petugas.

Bersama warga lain, Ulfah berusaha menolong korban. Ia mendapati Minem sudah tergeletak dengan luka bakar parah. Meski sempat dibawa ke RSUD Wonogiri, korban meninggal dunia dalam perjalanan. Suaminya, Suwito, berhasil selamat meski mengalami kelelahan dan sempat dievakuasi warga.

Menurut Ketua SAR Wonogiri, AKP Setiyono, laporan pertama diterima pukul 11.00 WIB dari grup relawan DESTANA Wuryantoro. “Saat tim SAR tiba, api sudah berhasil dipadamkan warga. Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, namun sayangnya tidak tertolong,” jelasnya.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Korban dan suaminya diketahui tinggal berdua di rumah, sementara ketiga anaknya berada di luar kota. “Keluarga sudah ikhlas dan menolak dilakukan autopsi. Mereka membuat surat pernyataan resmi,” tambah Setiyono.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di musim kemarau dengan kondisi daun kering yang mudah terbakar. Aparat desa dan SAR mengimbau warga agar menggunakan metode lain untuk membersihkan pekarangan demi menghindari musibah serupa. (*)

Komentar