BeritaWonogiri.com [JATIROTO] – Petani budidaya pepaya Kalifornia Wonogiri di Kecamatan Jatiroto meraup keuntungan besar memasuki pertengahan Agustus 2026. Melonjaknya harga komoditas buah-buahan tersebut di pasaran membuat para petani lokal mampu mengantongi omzet hingga puluhan juta rupiah hanya dalam satu kali masa panen.
Salah satu petani asal Kecamatan Jatiroto, Sumardi atau yang akrab sapa Gebres, membeberkan bahwa harga buah pepaya di tingkat petani saat ini bertengger di angka Rp7.000 per kilogram saat dilepas ke bakul atau pengepul. Sementara itu, untuk pasar retail atau pembeli langsung, harganya bisa menyentuh Rp9.000 per kilogram.
“Harga saat ini menjadi yang tertinggi. Biasanya harga pepaya di tingkat petani paling-paling hanya berkisar Rp5.000/kg-6.000/kg hingga Rp4.000/kg. Dengan harga sekarang, hitung-hitungannya sudah sangat lumayan,” ujar Gebres kepada RI News saat ditemui Sabtu, 22 Agustus 2026.
Pada musim tanam ini, Gebres mengelola 1.000 batang tanaman pepaya siap panen di atas lahan seluas 7.000 meter persegi. Setiap buah yang dihasilkan rata-rata mencapai bobot 2 hingga 3 kilogram.
Dalam siklus panen selama 7–8 bulan, satu batang tanaman pepaya mampu memproduksi minimal 10 kilogram. Jika dikalikan dengan harga serapan pasar Rp7.000 per kilogram, satu batang tanaman menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp70.000 selama kurun waktu 8–9 bulan.
Dari total 1.000 batang pepaya yang ditanam, Gebres memproyeksikan akumulasi hasil panen minimal mencapai 3 ton sekali panen dengan potensi omzet menembus angka Rp21 juta. Padahal, tanaman tersebut diperkirakan masih akan mengalami tiga sampai empat kali masa panen.
Besarnya omzet tersebut berbanding lurus dengan efisiensi biaya operasional. Modal produksi yang dikeluarkan untuk pembelian benih, pupuk, hingga perawatan terhitung irit, yakni hanya Rp10.000 per batang atau total Rp10 juta secara keseluruhan.
Keberhasilan budidaya pepaya Kalifornia Wonogiri ini tidak terlepas dari pendampingan yang diterima Gebres. Saat ini, ia digandeng oleh mentor pengusaha Wonogiri, Suparno Parnaraya, dan bergabung dalam komunitas SULTAN BUKIT BRENGGOLO.
Komunitas tersebut merupakan perkumpulan pengusaha sukses Wonogiri yang menginisiasi berbagai program usaha di tingkat lokal. Melalui wadah ini, beberapa warga di Kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Sidoharjo mulai berkolaborasi mengembangkan usaha di bidang masing-masing.
Selain fokus pada tanaman pepaya, Gebres juga mengedukasi budidaya tanaman buah semangka sebanyak 2.000 batang di lahan berbeda di wilayah Kecamatan Jatiroto yang dijadwalkan panen pada akhir Agustus 2026.
“Peluang pasarnya terbuka lebar dan sangat besar. Pekerjaan rumahnya sekarang tinggal bagaimana petani bisa membangun jembatan akses pasar agar bisa masuk menjadi pemasok utama kebutuhan pasar,” pungkasnya. (Nandar)







Komentar