BeritaWonogiri.com [SOLO] – Komunitas Majelis dzikir Sholawat Mocopat yang bernafaskan religious budaya nasionalis, Njeng Sunan akan tampil di Watu Cenik, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Acara kirab budaya dan gerebeg syawal akan digelar Kamis hingga Sabtu, 24 sampai 26 April 2025.
Dalam rilisnya, Selasa, 22 April 2025 ditulis, bumi Nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke adalah anugerah sangat berharga dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu dengan latar belakangnya maka terlahir dari sekian banyak kerajaa-kerajaan di nusantara, Bumi Nusantara ini dipenuhi dengan warna warni adat tradisi dan budaya yang adiluhung
Pimpinan Majelis Dzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan, Hartoto menjelaskan setelah berproses teramat panjang, maka lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana ragam budaya yang melatarbelakanginya tetap dijadikan khasanah kekuatan bangsa.
Baca juga: HNY: Penataan WGM Dapat APBN 2023 Senilai Rp22,8 Miliar
Dari berbagai corak basis tradisi yg ada tersebut, disitulah wajah negeri ini menjadi begitu indah. Diantara basis budaya tersebut adalah kearifan lokal, keyakinan masyarakat, adat istiadat, spiritualitas, religiusitas, sastra dan lain sebagainya.
Secara turun temurun bangsa ini memang sangat ketat menjaga nilai-nilai religius yang berbasis keyakinan dan kultural.

Untuk itulah di era yang sudah sangat modern dan futuristik ini. Ada komunitas spiritualis yang memiliki latar belakang keyakinan berbeda-beda, tergabung dalam Majelis Dzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan.
Majelis dzikir ini berkomitmen secara bersama untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai religius budaya dan nasionalis.
Artinya setiap denyut nafas dan sendi-sendi kebersamaan dalam Njeng Sunan adalah demi memperkuat karakter bangsa dan memperkokoh NKRI.
Sejak berdiri Njeng Sunan sebagai majelis dzikir sholawat Mocopat ini selalu melestarikan tradisi spiritual dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Negara Kesatuan Republik Indonesia, tanah air-nya, penduduknya, semuanya diberkati anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi bangsa yang Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghafur serta Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharjo. (Ariyanto/*)






