Dandim Wonogiri: Lojasi TMMD Sangat Berat Dan Curam, Jaga Keamanan Di Lapangan

BeritaWonogiri.com [NGUNTORONADI] – Dengan mengendarai sepeda motor trail, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono meninjau lokasi TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) sengkuyung tahap I TA 2024 di Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Selasa, 5 Maret 2024.

Tanpa menghiraukan cuaca yang terik dan jarak yang cukup jauh dari Makodim, Letkol Edi merasa nyaman dan merasa lebih dekat dengan alam dengan jalannya yang berliku-liku dan penuh bebatuan.

Didampingi Danramil 04/Nguntoronadi, Kapten Inf Agus Priyono, Bati Bakti Pelda Among dan Kepala Desa Kulurejo, Aris, Dandim merasakan suasana keakraban dan kebersamaan TNI beserta masyarakat di lokasi TMMD.

Baca juga: Selain Pengerjaan Fisik, TMMD Di Wonogiri Juga Memberikan Penyuluhan Kepada Warga

Dandim mengatakan, dalam pelaksanaan program TNI manunggal membangun desa kali ini, melibatkan 1 SST(Satuan Setingkat Peleton) dari Kodim 0728/Wonogiri dibantu dengan instansi terkait serta tentunya masyarakat Desa Kulurejo.

Untuk lokasi ataupun medan sasaran pengerjaan sangat berat, serta cukup curam untuk itu, pada pelaksanaanya supaya menjaga keamanan setiap anggota yang terlibat dilapangan.

BeritaWonogiri.com/Suwarman

Namun dengan semangat juang yang tinggi serta rasa gotong royong antara TNI dengan masyarakat pekerjaan yang berat akan menjadi ringan.

“Untuk itu kita sangat bersyukur dengan warga masyarakat Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, yang sangat mendukung dan cukup antusias dalam pelaksanaan nantinya,” ungkap Dandim.

“Saya cukup bangga dan apresiasi kepada Warga Masyarakat desa Krinjing  untuk semangat dan rasa gotong royong sangat tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Dandim menerangkan, program TMMD Sengkuyung tahap I tahun 2024 merupakan bentuk perhatian Kodim 0728/Wonogiri bersama pemerintah daerah dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat dibidang pembangunan.

“Tentunya juga terbentuk kemanunggalan TNI – rakyat guna mendukung pertahanan wilayah guna penyiapan alat Juang yang tangguh ” tutup Letkol Inf Edi Ristriyono. (Suwarman)

Komentar