Guyub Rukun Terjaga! RT 01/07 Madyorejo Konsolidasi Program Kerja

Depot Makmur 25, Ruang Konsolidasi yang Menenangkan

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Evaluasi dan Konsolidasi Program Kerja RT 01/07 Madyorejo menjadi momentum penting bagi pengurus dan tokoh masyarakat Kampung Madyorejo, Jetis, Sukoharjo. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, pengurus RT 01 RW 07 berkumpul untuk menilai capaian, mengurai tantangan, sekaligus memantapkan langkah ke depan demi menjaga harmoni, pelayanan, dan keberlanjutan program lingkungan.

Pertemuan yang digelar Selasa malam (27/1/2026) di Depot Makmur 25, Jalan Cawas–Pakujoyo, Kelurahan Gayam, menjadi ruang konsolidasi strategis. Sejak awal, agenda Evaluasi dan Konsolidasi Program Kerja RT 01/07 Madyorejo ditegaskan sebagai upaya memperkuat tata kelola RT agar lebih adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja, efisiensi, dan efektivitas setiap program berdasarkan data dan realitas lapangan. Sementara konsolidasi dimaknai sebagai proses menyatukan, memperkuat, dan menstabilkan seluruh elemen kepengurusan agar program berjalan seirama.

Ketua RT 01/07 Madyorejo, H. Joko Sarjono, SH, menjelaskan bahwa kepengurusan RT yang dikukuhkan melalui SK Kepala Kelurahan Jetis telah berjalan delapan bulan. Dalam rentang waktu tersebut, sejumlah program telah menunjukkan hasil positif, terutama di bidang sosial kemasyarakatan.

“RT adalah struktur pemerintahan paling dekat dengan warga. Tugas kami melayani administrasi kependudukan, menjaga keamanan, kerukunan, kebersihan lingkungan, sekaligus menggerakkan gotong royong,” ujarnya.

Dalam sesi evaluasi, bidang Sosial dan Kesehatan dinilai paling konsisten berjalan. Program Posyandu Lansia dan Balita, pemantauan kesehatan lingkungan, serta kegiatan sosial rutin berhasil membangun suasana “guyub rukun” di Kampung Madyorejo.

Menurut Joko Sarjono, keterlibatan warga menjadi kunci utama keberhasilan. “Semua berjalan sesuai tupoksi. Ini harus kita pertahankan, bahkan tingkatkan,” tegasnya.

Namun demikian, beberapa bidang lain diakui masih memerlukan penguatan agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Selaku penasehat, Ir. H. Rudy Setyohadi menyampaikan bahwa dinamika awal kepengurusan membutuhkan proses adaptasi. Tidak semua rencana kerja langsung berjalan mulus, terutama di tengah kebutuhan kampung yang mendesak.

“Ada kondisi yang mengharuskan akselerasi program. Konsekuensinya, terjadi pembengkakan anggaran. Ini perlu kita sikapi bersama dengan perencanaan yang lebih matang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan ke depan, yakni mencari sumber pendapatan asli RT agar program selama dua tahun ke depan dapat berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada iuran warga.

Sebagai Ketua Takmir Masjid Al Falah, Rudy mengajak warga untuk memakmurkan masjid, terlebih menjelang bulan Ramadhan. Menurutnya, penguatan spiritual sejalan dengan penguatan sosial dan solidaritas warga.

Ajakan ini disambut positif sebagai bagian dari konsolidasi nilai, tidak hanya program kerja administratif.

Pertemuan berlangsung di Depot Makmur 25, sebuah kafe dengan konsep semi-terbuka yang mengedepankan harmoni arsitektur dan alam. Pemilik sekaligus pengelola, Parasdyo dan Pujangga, merupakan kakak-beradik yang aktif di lingkungan.

Parasdyo, yang juga menjabat Seksi Pembangunan RT, menjelaskan bahwa Depot Makmur 25 dirancang untuk memberikan pengalaman sensorik yang menenangkan melalui pemandangan hijau dan sirkulasi udara alami.

Suasana inilah yang membuat diskusi evaluasi dan konsolidasi berlangsung cair, namun tetap fokus.

Dr. H. Murwat, selaku Wakil Ketua RT, memaparkan evaluasi masing-masing bidang, mulai dari Pembangunan, Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, Penerangan, Peralatan, Sosial, hingga Kesehatan.

Ia mengulas capaian, kendala, serta memandu sesi saran dan usulan dari pengurus untuk kemajuan Kampung Madyorejo RT 01/07.

“Ke depan, kita dorong program ekonomi kreatif untuk mendukung keuangan keluarga sekaligus menopang kas RT,” ungkapnya.

Gagasan ini menjadi salah satu poin penting hasil Evaluasi dan Konsolidasi Program Kerja RT 01/07 Madyorejo, sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi warga.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat koordinasi antarbidang, meningkatkan partisipasi warga, serta memastikan setiap program berjalan terukur dan transparan.

Dengan semangat kebersamaan, RT 01/07 Madyorejo optimistis mampu menjaga harmoni lingkungan sekaligus menjawab kebutuhan warga secara nyata. (Begug SW)

Komentar