BeritaWonogiri.com [KALIMANTAN TIMUR] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas peluang ekonomi dengan membidik investasi IKN Jawa melalui kerja sama lintas sektor. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Kamis, 6 Agustus 2026, untuk menjajaki potensi kerja sama yang dapat melibatkan industri dan pelaku usaha dari Jawa Tengah dalam pembangunan ibu kota baru.
Potensi yang dijajaki mencakup sektor furnitur, perbankan, penyediaan barang dan jasa, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian lawatan Ahmad Luthfi di Kalimantan Timur untuk memperluas jejaring investasi sekaligus membuka pasar baru bagi produk dan potensi unggulan Jawa Tengah.
Rombongan diterima langsung Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.
Ahmad Luthfi menilai pembangunan IKN membuka ruang bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengambil bagian dalam pengembangan kawasan tersebut.
Salah satu potensi yang ditawarkan Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Jepara yang selama ini dikenal sebagai sentra industri furnitur.
“Misalnya Jepara yang sudah dikenal sebagai sentra furnitur. Saya ingin melihat apakah ada peluang kerja sama penyediaan furnitur dari Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan di IKN,” kata Luthfi.
Menurutnya, peluang kerja sama tidak terbatas pada industri furnitur. Pemprov Jateng juga menjajaki keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), sektor perbankan, serta perguruan tinggi.
Berbagai sektor tersebut dinilai dapat mendukung kebutuhan pembangunan IKN yang masih terus berkembang.
“Intinya, Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” tegas Luthfi.
Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru sekaligus skema pendanaan yang digunakan.
Pembangunan IKN saat ini mendapat dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.
Berdasarkan paparan Otorita IKN, realisasi investasi swasta yang telah masuk mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor.
Sementara itu, proyek yang menggunakan skema KPBU memiliki nilai mencapai Rp134,25 triliun.
Besarnya nilai tersebut menunjukkan adanya ruang ekonomi yang dapat dimanfaatkan daerah untuk memperluas kerja sama dengan ekosistem pembangunan IKN.
Basuki Hadimuljono menyatakan Otorita IKN terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembangunan.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.
Menurut Basuki, peluang sinergi tidak hanya berkaitan dengan investasi. Kerja sama juga dapat mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi jajaran OPD dan BUMD Provinsi Jawa Tengah. Turut hadir Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Pemprov Jateng berharap penjajakan kerja sama dengan Otorita IKN dapat membuka pasar baru bagi pelaku usaha dan industri daerah.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. (*)








Komentar