BeritaWonogiri.com [SIDOHARO] – Upaya membangun ketahanan pangan dan menumbuhkan semangat produktivitas terus ditunjukkan jajaran Koramil 17/Sidoharjo Kodim 0728/Wonogiri. Memanfaatkan lahan kosong di samping Markas Koramil, para anggota TNI ini bergotong royong mengolah tanah dan menanaminya dengan tanaman hortikultura berupa sayur-sayuran dan cabe rawit, Rabu (28/1/2026).
Langkah sederhana namun bermakna ini menjadi bukti nyata bahwa lahan kosong Koramil Sidoharjo dapat diubah menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi anggota, sekaligus menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat sekitar. Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga pangan, inisiatif ini menjadi oase harapan yang menyejukkan.
Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Markas Koramil 17/Sidoharjo dilakukan secara swadaya oleh anggota. Mulai dari pembersihan rumput liar, pengolahan tanah, hingga penanaman bibit sayur dan cabe rawit dilakukan bersama-sama dengan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Batuud Koramil 17/Sidoharjo, Peltu Catur. Ia menyampaikan bahwa keberadaan lahan kosong di sekitar markas seharusnya tidak dibiarkan terbengkalai, melainkan dimanfaatkan secara maksimal.
“Melihat areal lahan kosong, anggota berinisiatif untuk melakukan pembersihan dan menanami cabe rawit serta sayur-sayuran. Hasilnya nanti bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota,” ujar Peltu Catur.
Menurutnya, selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat rasa memiliki dan kepedulian anggota terhadap lingkungan sekitar.
Sebelum diolah, lahan di samping Mako Koramil 17/Sidoharjo hanya dipenuhi rumput liar dan tidak termanfaatkan. Kini, wajah lahan tersebut berubah drastis menjadi kebun hijau yang tertata rapi, ditanami berbagai jenis sayuran dan cabe rawit yang memiliki nilai guna tinggi.
Perubahan ini tidak hanya menciptakan suasana markas yang lebih asri, tetapi juga menghadirkan sumber pangan alternatif bagi anggota Koramil.
Danramil 17/Sidoharjo, Kapten Cpm Soeparmin, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukasi yang kuat bagi masyarakat.
“Dengan memanfaatkan lahan kosong dan menjadikannya lahan produktif, secara tidak langsung kita memberikan contoh sekaligus memotivasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan lahan-lahan kosong di lingkungannya,” jelas Danramil.
Ia menambahkan bahwa langkah kecil ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan dari lingkungan terdekat.
Pemilihan tanaman hortikultura seperti cabe rawit dan sayur-sayuran bukan tanpa alasan. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cabe rawit, khususnya, dikenal memiliki harga yang fluktuatif dan kerap melonjak di pasaran. Dengan menanam sendiri, anggota Koramil tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
H3: Sinergi TNI dan Ketahanan Pangan Lokal
Aksi Koramil 17/Sidoharjo ini sejalan dengan semangat TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. TNI tidak hanya hadir dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Melalui pemanfaatan lahan kosong Koramil, TNI menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari langkah paling sederhana dan dari lingkungan terdekat.
Ke depan, kebun hortikultura di lingkungan Koramil 17/Sidoharjo diharapkan dapat terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, hasil panen nantinya juga dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa kedisiplinan, gotong royong, dan kreativitas dapat melahirkan solusi nyata bagi tantangan kehidupan sehari-hari. (Begug SW.)






