BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Video berdurasi 3 menit 47 detik tentang Jalan Pracimantoro Wonogiri viral di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pembuat konten menyoroti kondisi jalan yang disebut sebagai jalan provinsi dengan narasi, “Jalan Provinsi lur, bar ditembel koyo ngene, tembel nganggo lemah po piye iki lur.”
Video tersebut memperlihatkan ruas jalan Simpang Pracimantoro arah timur menuju Jalan Lingkar Selatan (JLS). Kondisi tambalan yang tampak terkelupas memicu berbagai komentar warganet.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, memberikan klarifikasi saat dihubungi wartawan pada Selasa (04/03/2026).
Prihadi menjelaskan bahwa ruas tersebut sebelumnya berstatus jalan nasional. Namun, setelah pembangunan Jalan Lingkar Selatan di kawasan itu, terjadi perubahan status pengelolaan.
Menurutnya, sejak 2024 hingga 2025, sejumlah ruas jalan mengalami penyesuaian status.
“Semula jalan nasional. Dengan dibangunnya JLS, banyak ruas jalan kecil yang di-downgrade atau diserahkan ke kabupaten untuk aset dan pengelolaannya. Prosesnya bertahap karena ada beberapa ruas,” jelas Prihadi.
Dengan demikian, Jalan Pracimantoro Wonogiri kini berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten.
Terkait kondisi tambalan yang mengelupas, Prihadi menegaskan faktor cuaca menjadi kendala utama.
DPU menggunakan aspal Buton dalam perbaikan jalan tersebut. Material ini, menurut Prihadi, sebenarnya sudah siap pakai dan tinggal diaplikasikan.
Namun, hujan yang terus mengguyur wilayah Pracimantoro membuat hasil perbaikan tidak maksimal.
“Tidak ada matahari. Aspal belum menempel sudah hujan, maka aspal mengelupas lagi,” ujarnya.
Ia mengibaratkan kondisi ini seperti simalakama. Jika perbaikan dipaksakan saat musim hujan, hasilnya tidak optimal. Namun jika ditunda, masyarakat tetap mengeluhkan kondisi jalan.
DPU memastikan perbaikan akan kembali dilakukan untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Prihadi menyampaikan pihaknya menunggu cuaca lebih bersahabat agar perbaikan tidak berulang kali dilakukan.
“Mohon pengertian masyarakat untuk bersabar. Menunggu cuaca panas agar membenahi jalan tidak bolak-balik dilakukan,” katanya.
DPU menargetkan perbaikan lanjutan dapat memberikan kenyamanan bagi pemudik yang melintasi kawasan Pracimantoro.
Viralnya Jalan Pracimantoro Wonogiri menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap infrastruktur daerah. Media sosial kini menjadi ruang kontrol sosial yang cepat dan masif.
Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan mampu menjawab keresahan warga dengan langkah konkret dan komunikasi terbuka. Kejelasan status jalan dan transparansi kendala teknis menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Perbaikan infrastruktur, terutama menjelang musim mudik, menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. (*)






