BeritaWonogiri.com (JEDDAH) – Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, menemukan 80 jamaah calon haji asal Indonesia yang masuk ke tanah suci secara ilegal.
Dari jumlah itu, 30 WNI yang diketahui telah tiba di Bandara Internasinal King Abdul Aziz Jeddah – Arab Saudi, menggunakan visa ziarah. Sedangkan 50 WNI sebelumnya juga ditolak masuk ke Arab Saudi lantaran memakai visa kerja musiman.
Temuan haji ilegal asal Indonesia ini disampaikan KJRI di Jeddah, Yusron B Ambary dalam sessi konferensi pers daring dari Jeddah, dikutip situs kemenag.go.id, Selasa, 6 Mei 2025.
Konpers daring itu digelar sebagai penjelasan resmi dari KJRI terkait Hasil penggalian informasi dengan salah satu rombongan WNI.
Dari 30 jamaah calon haji tersebut diketahui datang ke Arab Saudi dengan tujuan berhaji dan membayar dana sebesar Rp150juta. WNI tersebut juga sadar sepenuhnya kalua visa ziarah dilarang untuk berhaji.
“Jadi masih ada warga kita yang terus mencoba masuk menggunakan visa ziarah untuk melaksanakan ibadah haji,” jelas Yusron Ambary.
Menurut Yusron, visa ziarah sampai saat ini memang masih bisa dipakai masuk ke Arab Saudi, walaupun penerbitannya sudah dihentikan sejak 13 April 2025. Warga asing yang memiliki visa ziarah dan masih valid, mereka bisa masuk ke Arab Saudi tetap tidak boleh masuk ke Makkah.
“Kalau Jeddah dan kota lainnya tidak ada larangan,” tegasnya.
Sebelumnya, pihaknya juga mendapat informasi dari imigrasi Arab Saudi tentang 50 WNI yang ditolak masuk ke Arab Saudi. Mereka diketahui menggunakan visa pekerja musiman
“50 orang itu langsung dikembalikan ke Indonesia dengan pesawat berikutnya,” terangnya.
Pada kesempatan itu, KJRI Jedah mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) untuk tidak memaksakan diri berhaji dengan visa non haji atau berhaji secara ilegal. Menurutnya, pemerintah Arab Saudi sangat serius dalam mencegah masuknya jemaah haji ilegal.
“Saudi sangat serius cegah masuknya jemaah haji illegal,” tegas Yusron B Ambary.
Pembatasan (jemaah haji ilegal) itu bahkan sudah dilakukan sejak dini. Dari awal (Saudi) gencar melakukan razia dan pemeriksaan. Harapannya tidak banyak orang nekat masuk Makkah. (Irfandy)






