BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Kepolisian Resor (Polres) Wonogiri mengambil langkah proaktif guna menjamin stabilitas keamanan wilayah. Sebagai bentuk kewaspadaan, Polres Wonogiri menggelar Latihan Kesiapan Satuan dan Tactical Floor Game (TFG) untuk mematangkan pengamanan perguruan silat serta mengantisipasi gangguan kamtibmas yang berimplikasi kontinjensi di Aula Sanika Satyawada dan halaman Mapolres, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M. Seluruh jajaran mulai dari Wakapolres, Pejabat Utama (PJU), hingga Kapolsek ikut serta dalam simulasi taktis ini guna menyamakan persepsi tindakan di lapangan.
Pesan Tegas Kapolres: Cepat, Tepat, dan Terukur
Dalam arahannya, AKBP Wahyu Sulistyo menekankan bahwa latihan ini merupakan barometer untuk mengukur sejauh mana kesiapan personel menghadapi dinamika situasi yang berkembang cepat. Ia mewanti-wanti agar tidak ada celah kesalahan dalam prosedur pengamanan.
“Setiap anggota harus siap, tanggap, dan mampu bertindak cepat, tepat, serta terukur dalam setiap situasi. Jangan sampai melakukan pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegas AKBP Wahyu di hadapan ratusan personel.
Selain kesiapan fisik, Kapolres menyoroti derasnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menerapkan cooling system melalui pendekatan humanis demi meredam potensi gesekan di masyarakat.
Strategi Tiga Pilar: Preemtif, Preventif, dan Represif
Menjelaskan teknis pengamanan, Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin, S.H., memaparkan manajemen taktis yang akan diterapkan. Strategi tersebut mencakup tiga pilar utama:
-
Preemtif: Melalui edukasi dan penggalangan tokoh masyarakat.
-
Preventif: Peningkatan patroli dan penjagaan di titik rawan.
-
Represif: Penegakan hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran pidana atau anarkisme.
Simulasi TFG: Skenario Penanganan Konflik Massa
Puncak kegiatan berlangsung di halaman Mapolres melalui simulasi Tactical Floor Game (TFG). Dalam simulasi ini, personel memperagakan skenario nyata pengawalan massa perguruan silat, teknik sterilisasi lokasi kegiatan, hingga cara mengendalikan potensi bentrok antarkelompok.
TFG ini berfungsi memberikan gambaran visual bagi para komandan di lapangan mengenai penempatan personel dan pergerakan massa secara real-time. Melalui latihan ini, Polres Wonogiri berhasil menyamakan pola tindak antarjajaran, terutama dalam menangani unjuk rasa berskala besar dan mobilisasi massa.
Imbauan Kamtibmas untuk Masyarakat
Menutup rangkaian latihan, Polres Wonogiri mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks di media sosial. Sinergi antara kepolisian dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Wonogiri.
Dengan kesiapan personel yang terlatih, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara optimal demi terciptanya rasa aman di tengah masyarakat. (*)







Komentar