Mahasiswa KPM Staimas Selenggarakan Pelatihan Pembuatan Biosaka, Berikut Ini 3 Langkah-langkahnya

BeritaWonogiri.com [GIRIMARTO] – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Staimas Wonogiri menyelenggarakan pelatihan pembuatan biosaka dan score pada kelompok tani di Dusun Tritis, Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada Senin lalu mengundang PPL BPP Kecamatan Girimarto,  Agus Saleh.

Agus menyampaikan pemakaian biosaka dan score adalah upaya untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dalam merawat tanaman.

Biosaka adalah pupuk organik yang dibuat dari ekstrak tumbuhan. Score merupakan suatu metode penilaian kondisi tanah secara cepat dan sederhana. Penilaian ini berdasarkan beberapa indikator, seperti, warna tanah struktur tanah, kandungan bahan organik.

Baca juga: Mahasiswa KPM Staimas Wonogiri Bagikan Buku Dan Workshop Buat Buket Di Kelurahan Mojopuro

Biosaka dan score sering digunakan bersama karena biosaka dapat memperbaiki kondisi tanah, sementara score digunakan untuk mengukur tingkat perbaikan tersebut.

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan biosaka yaitu daun yang tidak berduri minimal lima jenis daun yang berbeda sebanyak satu genggam, air kelapa atau air leri lima liter, gula pasir lima sendok makan, telur bebek tujuh butir, susu kental manis satu kaleng, madu lima sendok dan alkohol enam puluh persen satu liter.

BeritaWonogiri.com/Nadhiroh

“Pupuk biosaka dan score ini dapat mencegah hama dan gabah menjadi bernas,” ujar Agus.

Kepala Dusun Tritis, Yanto mengapresiasi mahasiswa KPM. “Kalau tidak ada mahasiswa KPM Staimas belum tentu bisa mengadakan pembuatan pupuk biosaka ini,” ungkap Yanto.

Setelah melakukan pelatihan pembuatan biosaka ini, Yanto mengajak kelompok tani Dusun Tritis untuk rutin membuat pupuk tersebut secara mandiri.

Ketua KPM kelompok 2, Dimas Irawan berharap pembuatan pupuk biosaka ini  dapat terwujud pertanian yang berkelanjutan, produktif dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kesejahteraan petani dapat meningkat dan sumber daya alamnya dapat terjaga untuk generasi mendatang.

Berikut ini 3 langkah-langkah pembuatannya:

  1. Masukkan bahan ke air bersih sebanyak dua sampai lima liter dalam baskom.
  2. Selanjutnya lakukan peremasan dengan kedua tangan, tangan kanan bergerak memutar air ke kiri atau berlawanan arah jarum jam. Proses peremasan dilakukan selama sepuluh sampai dua puluh menit.
  3. Terakhir, ramuan biosaka disaring menggunakan alat saringan dan dimasukkan kedalam botol dan buka tutup botol setiap hari. Setelah tujuh hari bisa diaplikasikan atau disemprotkan. (Nadhiroh/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *