BeritaWonogiri.com [MANYARAN] – Menyadari tingginya ancaman bencana alam, Pemerintah Kalurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menyelenggarakan pelatihan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan berlangsung di Balai Kalurahan pada Rabu (3/12) dan melibatkan warga serta sejumlah instansi terkait.
Pelatihan ini digelar sebagai bentuk mitigasi dini. Kelurahan Pagutan sendiri rentan terhadap beberapa jenis bencana, seperti tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran. “Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan korban dan kerugian,” tegas Kepala Kelurahan Pagutan, Sukadi, SE, dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan tetapi juga untuk membangun budaya tanggap bencana dari tingkat keluarga. “Warga harus mampu bertindak cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi,” pungkasnya.
Lantas, bagaimana peran masing-masing pihak? Pelatihan ini menampilkan kolaborasi solid dari berbagai elemen. Kabid PK BPBD Kabupaten Wonogiri, Sri Mariyati, S.Sos., MAP, memaparkan landasan hukum dan tujuan penanggulangan bencana yang menyeluruh.
“Dari UU No. 24 Tahun 2007, tujuannya adalah memberikan perlindungan dan menjamin penanggulangan bencana yang terpadu, sekaligus menghargai budaya gotong royong,” jelas Sri Mariyati.
Dari sisi keamanan, Anggota Koramil 11/Manyaran, Serka Agus Suranto, menyatakan kesiapan TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Keselamatan perlu kesiapan warga, dimulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga,” ujarnya.
Sementara Aipda Suwondo dari Polsek Manyaran menjelaskan peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator dalam situasi darurat bencana.
PMI Wonogiri melalui perwakilannya, Arga Maulana, menekankan pendekatan Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas. Materi yang diberikan mencakup pembentukan tim siaga (Sibat) hingga manajemen logistik dan dukungan medis dasar.
Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan kapasitas masyarakat Pagutan dalam mengantisipasi dan merespons bencana meningkat. Langkah proaktif ini dianggap krusial mengingat bencana sering datang secara tiba-tiba dan tidak terduga.(*)







Komentar