Beritawonogiri.com [VATIKAN] – Paus Leo XIV menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam bagi korban banjir bandang dahsyat di Texas, Amerika Serikat, yang telah menewaskan sedikitnya 50 orang, termasuk banyak anak perempuan dari perkemahan musim panas Camp Mystic di Kerr County.
Dalam pernyataannya usai doa Angelus di Vatikan, Minggu (6/7), Paus yang lahir di Amerika Serikat ini berbicara dalam bahasa Inggris untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dunia. “Saya ingin menyampaikan belasungkawa tulus kepada semua keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, khususnya putri-putri mereka yang berada di perkemahan musim panas, dalam bencana akibat banjir Sungai Guadalupe di Texas, Amerika Serikat.
Kami berdoa untuk mereka,” ujar Paus Leo XIV, seperti dikutip dari akun X @CatholicSat. Banjir bandang yang melanda wilayah Texas Hill Country pada Jumat (4/7) menyebabkan Sungai Guadalupe meluap hingga ketinggian 8 meter hanya dalam 45 menit, menyapu rumah, kendaraan, dan perkemahan. Menurut laporan CBS News, sedikitnya 43 orang tewas di Kerr County, termasuk 15 anak-anak, dan 27 anak perempuan dari Camp Mystic masih hilang hingga Minggu sore.
Gubernur Texas Greg Abbott telah menetapkan deklarasi darurat bencana untuk beberapa wilayah, termasuk Kerr County, dan meminta bantuan federal untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Operasi penyelamatan melibatkan lebih dari 850 personel, helikopter, dan drone, dengan fokus mencari para penyintas, terutama anak-anak yang terpisah dari keluarga mereka.
Paus Leo XIV, yang terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma pada Mei 2025, menjadi paus pertama kelahiran AS. Pernyataannya ini mencerminkan kepedulian mendalam terhadap tragedi di Texas, yang juga mendapat perhatian dari tokoh dunia seperti Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Upaya pencarian terus berlanjut di tengah peringatan cuaca buruk, dengan National Weather Service memprediksi hujan tambahan di wilayah tersebut. Masyarakat Texas diminta tetap waspada dan bersatu mendukung para korban.








Komentar