BeritaWonogiri.com [SIDOHARJO] – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Desa Mojoreno IPB University menyelenggarakan program edukatif bertajuk Mojo-Fun Day di SDN 1 Mojoreno, Desa Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam memberikan edukasi anti-bullying Wonogiri guna membentengi karakter siswa sekolah dasar dari bahaya perundungan.
Sebanyak 104 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Program ini memadukan aktivitas fisik, permainan edukatif, serta penyuluhan karakter untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai saling menghargai.

Pemilihan tema anti-bullying ini dilatarbelakangi oleh tingginya perhatian publik terhadap kasus perundungan di tingkat sekolah dasar. Melalui pendekatan preventif sejak dini, mahasiswa IPB mengedukasi para siswa agar mampu mengenali bentuk-bentuk bullying, memahami dampaknya, serta berani melaporkan tindakan perundungan.
Rangkaian acara diawali dengan senam bersama di halaman sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa dan tim mahasiswa KKNT. Aktivitas fisik ini bertujuan membakar semangat, menjaga kebugaran, serta mencairkan suasana sebelum masuk ke sesi materi utama.
Usai senam, panitia membagi kegiatan menjadi dua kelompok sesuai tingkat kelas. Siswa kelas 1 hingga kelas 4 mengikuti permainan “Tebak Gaya”. Permainan interaktif ini dirancang khusus untuk melatih keberanian, komunikasi, kerja sama tim, serta membangun interaksi positif antarsiswa.
Selama permainan berlangsung, para siswa tampak aktif, responsif, dan saling memberikan dukungan kepada teman satu timnya.
Sementara itu, siswa kelas 5 dan kelas 6 mendapatkan sosialisasi khusus mengenai pencegahan bullying. Tim KKNT IPB memaparkan pengertian perundungan, jenis-jenis bullying fisik maupun verbal, titik rawan terjadinya kasus, hingga dampak psikologis bagi korban.
Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan dialogis melalui sesi tanya jawab interaktif, sehingga para siswa dapat menyerap pesan secara optimal.
Sebagai puncak komitmen, seluruh siswa kelas 5 dan kelas 6 mengucapkan janji anti-bullying secara bersama-sama. Melalui ikrar tersebut, mereka berjanji untuk saling menghormati, menolak segala bentuk perundungan, dan siap bersuara jika melihat tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Program Mojo-Fun Day diharapkan mampu membentuk budaya sekolah yang ramah anak, aman, serta mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik di Kabupaten Wonogiri secara berkelanjutan.
Penulis: Shabrina Fawziyyah Hafidz, Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia, IPB University








Komentar