BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi pemerataan akses layanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa. Melalui inovasi Program Dokter Spesialis Keliling (Speling), Pemprov Jateng sukses memberikan pelayanan medis gratis serta menjangkau 128.109 warga di 1.378 desa hingga Kamis (13/8/2026).
Program jemput bola yang digulirkan di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen ini hadir menjadi solusi nyata bagi warga desa yang selama ini terkendala jarak, keterbatasan transportasi, maupun tingginya biaya pengobatan ke rumah sakit.
Salah satu penerima manfaat adalah Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Tinggal di perbatasan Magelang, ia sebelumnya kesulitan membawa anaknya yang mengidap gangguan pembekuan darah otak untuk rutin berobat ke dokter spesialis saraf karena tak memiliki kendaraan.
“Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi,” tutur Retno saat memanfaatkan layanan gratis tersebut pada Kamis, 30 Juli 2026 lalu.
Sejak bergulir pada Maret 2025, Speling memfokuskan pelayanan pada lima sektor vital: skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil (antenatal care), serta pelayanan kesehatan balita guna menekan angka stunting.
Hingga awal Agustus 2026, program ini telah melakukan antenatal care kepada 15.848 ibu hamil dan mendeteksi 3.311 di antaranya membutuhkan pemantauan medis khusus. Selain itu, skrining TBC telah menjangkau 53.463 warga, pemeriksaan kanker serviks melayani 5.915 perempuan, serta skrining kesehatan mental menyasar 37.605 warga.
Manfaat kesehatan jiwa dirasakan langsung oleh Feni Anindya (16), siswi SMAN 2 Purwokerto, Banyumas, yang berkonsultasi mengenai kebingungan jurusan kuliah. Sementara di Kendal, Jamsari (15 tahun menderita diabetes) mendapatkan pengobatan gratis tanpa perlu mengeluarkan biaya kontrol rutin sebesar Rp450 ribu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menegaskan bahwa Speling diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) milik pemerintah pusat. Integrasi ini mengantarkan Jateng meraih capaian CKG tertinggi nasional pada periode Januari–Juli 2026, yakni menyasar 14.248.868 warga atau 37,4 persen dari target nasional.
“Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik,” ujar Zulfachmi.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa transformasi pelayanan publik sektor kesehatan merupakan fondasi utama peningkatan kualitas SDM sekaligus penanggulangan kemiskinan. Hingga akhir tahun 2026, Pemprov Jateng menargetkan Program Speling mampu melayani 284 ribu warga di seluruh 35 kabupaten/kota. (*)







Komentar