Hasil Konferkot 2026: Sri Hartanto dan Budi Santoso Nahkodai PWI Surakarta Lima Tahun ke Depan

Menghadirkan Ide Inovatif dan Adaptif di Era Digital

BeritaWonogiri.com [SURAKARTA] – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta resmi memulai babak baru kepengurusan melalui Konferensi Kota (Konferkot) PWI Surakarta 2026. Dalam forum tertinggi tersebut, Sri Hartanto dipercaya memimpin PWI Surakarta periode 2026-2031, didampingi oleh senior penyiaran Budi Santoso yang mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Kehormatan.

Agenda pemilihan yang berlangsung khidmat di Monumen Pers Nasional, Sabtu, 20 Juni 2026, menetapkan duet kepemimpinan ini untuk membawa semangat pembaruan. Kepengurusan baru berkomitmen memperkuat profesionalisme wartawan, meningkatkan kualitas organisasi, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memperkokoh perlindungan hukum bagi insan pers di tengah pesatnya perkembangan ekosistem media digital.

Ketua PWI Surakarta terpilih, Sri Hartanto, menegaskan bahwa jajarannya tidak ingin sekadar menjalankan rutinitas organisasi yang monoton. Sebaliknya, PWI Surakarta akan aktif menghadirkan berbagai terobosan taktis yang mampu menjawab tantangan industri media modern yang bergerak dinamis.

“Kami ingin PWI Surakarta semakin maju. Karena itu, kami akan menghadirkan ide-ide yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman agar organisasi ini semakin profesional dan memberi manfaat nyata bagi seluruh anggota,” ujar Sri Hartanto usai prosesi penetapan hasil Konferkot.

Sri Hartanto menambahkan, penguatan kapasitas wartawan harus berjalan beriringan dengan tata kelola organisasi yang sehat. Selama lima tahun ke depan, fokus utama kepengurusan akan tertuju pada peningkatan kompetensi anggota melalui sertifikasi, program regenerasi kepemimpinan yang terstruktur, serta penegakan integritas profesi jurnalisme.

Selain pembenahan internal, PWI Surakarta siap memperluas jejaring kemitraan eksternal secara masif. Sinergi strategis akan dibangun bersama jajaran pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor dunia usaha, komunitas kreatif, hingga pemangku kepentingan vertikal lainnya.

“Kolaborasi adalah kunci utama. Semakin luas jejaring kemitraan yang kita bangun, semakin besar pula peluang PWI Surakarta untuk berkembang pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pers,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta periode 2026-2031, Budi Santoso, memaparkan tantangan dunia jurnalistik saat ini. Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PWI Surakarta periode 2006-2010 ini menilai tantangan profesi pers saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan dua dekade lalu akibat distorsi informasi digital.

Menurut Budi, PWI Surakarta harus hadir sebagai benteng pertahanan yang solid bagi para anggotanya. Organisasi ini berkewajiban memberikan perlindungan penuh, edukasi berkelanjutan, serta pendampingan hukum yang konkret bagi insan pers yang menghadapi sengketa pemberitaan.

Langkah taktis yang akan segera dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi mengenai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Edukasi ini menyasar wartawan, aparat penegak hukum (APH), instansi pemerintah, serta masyarakat luas.

“Masih banyak pihak yang belum memahami perbedaan mendasar antara produk jurnalistik yang dilindungi UU Pers dengan konten bebas yang dipublikasikan melalui media pribadi seperti blog maupun media sosial. Pemahaman ini sangat penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyikapi persoalan pemberitaan,” jelas Budi.

Di samping penguatan aspek hukum, PWI Surakarta menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi regulasi Publisher Rights secara nasional. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk melindungi hak ekonomi perusahaan pers dan wartawan dari pemanfaatan karya jurnalistik tanpa izin oleh platform digital global.

“Perlindungan terhadap wartawan tidak hanya menyangkut aspek hukum di lapangan, tetapi juga bagaimana karya jurnalistik memperoleh penghargaan ekonomi yang layak. Hal ini esensial demi meningkatkan kesejahteraan para wartawan,” tegas Budi.

Melalui perpaduan visi progresif Sri Hartanto dan pengalaman matang Budi Santoso, PWI Surakarta periode 2026-2031 diharapkan tumbuh menjadi organisasi profesi yang berintegritas, adaptif, dan mandiri. Eksistensi PWI Surakarta ditargetkan menjadi mitra strategis dalam menjaga kemerdekaan pers sekaligus memperjuangkan kesejahteraan insan pers di wilayah Kota Solo dan sekitarnya.

Sebagai informasi, kesuksesan gelaran Konferkot PWI Surakarta 2026 ini tercapai berkat dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, di antaranya D’Lawu Bistro & Mountain Cottage D’Gondangrejo, PT SHA Solo, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), The Sunan Hotel Solo, Fim by Zigna Syariah Hotel Solo, serta Toko Roti Ganep’s. (*)

Komentar