BeritaWonogiri.com [PUHPELEM] – Dalam upaya menghadapi bencana alam di musim penghujan, terutama bencana tamah longsor, Babinsa Koramil 24/Puhpelem, Kodim 0728/Wonogiri, Pelda Dadang menghadiri Mitigasi Bencana Alam Bagi Relawan Destana Desa Nguneng Kecamatan Puhpelem, Selasa, 15 Oktober 2024.
Acara yang dipelopori BPBD Kabupaten Wonogiri dilaksanakan di Balaidesa Nguneng, Kecamatan Puhpelem. Kegiatan ini merupakan langkah dalam rangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Pelda Dadang mewakili Danramil Letda Inf Agung Suwarno menyampaikan mitigasi bencana sebagai upaya pencegahan dan penanganan apabila terjadi bencana alam yang setiap saat bisa datang secara tiba-tiba, sehingga perlu kesiapsiagaan semua pihak terutama para relawan dalam menghadapinya.
Baca juga: Siswa SMKN 1 Puhpelem Dibekali Skill
“Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, yang disebabkan baik faktor alam maupun faktor non alam, maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Untuk itu, kita semua bisa mengurangi resiko yg disebabkan oleh bancana alam tersebut. Ini harus mendapatkan perhatian kita semua,” ungkap Pelda Dadang.
Pelda Dadang sekilas memaparkan tentang materi bencana, dimana bencana berdasarkan sumbernya dibagi menjadi tiga. Yaitu, Bencana alam, yang merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa oleh alam.

Bencana nonalam, yang merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa nonalam dan bencana sosial, yang merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa oleh manusia.
Untuk bencana alam, Pelda Dadang menjelaskan bencana alam dapat dikelompokkan menjadi bencana alam meteorologi (hidrometeorologi). Dimana bencana ini berhubungan dengan iklim. Umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus.
Selanjutnya bencana alam geologi, yang merupakan bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor. Dan Indonesia juga merupakan daerah rawan terjadi bencana alama ini.
Dengan adanya mitigasi bencana diharapkan, dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana alam, khususnya bagi penduduk. Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman. (Suwarman)






