BeritaWonogiri.com [EROMOKO] – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang kembali memicu kejadian pohon tumbang di wilayah Kabupaten Wonogiri. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Gondang, Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, pada Minggu (11/2/2026) pagi. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa bagian atap belakang rumah warga, menyebabkan kerusakan cukup serius.
Korban dalam kejadian tersebut adalah Sulasno, warga Dusun Gondang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta akibat kerusakan pada bagian bangunan rumah.
Mengetahui kejadian tersebut, aparat TNI dan Polri setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi. Danramil 12/Eromoko Kapten Arh Hadi Santoso yang diwakili oleh Babinsa Desa Pasekan Serda Arif Ginanjar, bersama anggota Polsek Eromoko yang dipimpin Kapolsek Eromoko AKP Mulyadi, mendatangi tempat kejadian perkara untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan langkah penanganan awal.
Dengan penuh dedikasi dan jiwa sosial, Babinsa Serda Arif Ginanjar segera berkoordinasi dengan aparat desa, warga sekitar, serta pemilik rumah untuk melakukan pembersihan puing-puing pohon yang menimpa bangunan. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan peralatan sederhana, namun penuh semangat kebersamaan.
“Ini merupakan suatu terobosan yang sangat tepat sasaran, di mana TNI dan Polri hadir di tengah-tengah masyarakat saat masyarakat benar-benar membutuhkan pertolongan,” ungkap Serda Arif Ginanjar di sela kegiatan gotong royong.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah warga bukan hanya sebatas tugas formal, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab moral kepada masyarakat binaan. Ia menegaskan bahwa Babinsa akan selalu siap membantu warga dalam situasi darurat, termasuk saat terjadi bencana alam.
Kapolsek Eromoko AKP Mulyadi menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam penanganan kejadian-kejadian darurat di tingkat desa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang masih berpotensi disertai angin kencang.
“Kami mengajak warga untuk segera melaporkan jika ada pohon tua atau rawan tumbang di sekitar rumah. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah kejadian,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan nilai-nilai dasar prajurit TNI dalam mengabdi kepada rakyat.
“Saya mengapresiasi anggota yang telah sigap membantu warga yang menjadi tanggung jawab wilayah binaannya. Gotong royong bersama masyarakat merupakan wujud implementasi salah satu butir dari Delapan Wajib TNI,” tegas Dandim.
Dandim juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran TNI di tengah warga bukan hanya sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk dampak bencana alam.
“Adanya bantuan dan gotong royong ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang rumahnya terdampak pohon tumbang, sehingga mereka bisa kembali tinggal dengan lebih aman dan layak,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang masih cukup tinggi di wilayah Wonogiri, terutama saat intensitas hujan meningkat. Pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat pun diharapkan terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko dan dampak kerugian.
Dengan kolaborasi yang solid antara TNI, Polri, dan warga, penanganan kejadian di Desa Pasekan dapat berlangsung cepat dan kondusif. Sinergi seperti inilah yang menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat di tingkat akar rumput.(*)






